81 Rumah Warga Kelapa Kampit Tergenang Banjir - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Kamis, Juni 28, 2018

81 Rumah Warga Kelapa Kampit Tergenang Banjir

INRADIOFM.COM, Manggar, Beltim – Tingginya curah hujan di Pulau Belitung membuat dua desa di Kecamatan Kelapa Kampit Kabupaten Belitung Timur (Beltim), yakni Mayang dan Pembaharuan terendam air. 

Kondisi terparah terjadi di Desa Mayang, sebanyak 81 rumah warga terendam air. Tinggi air bahkan ada yang mencapai dada orang dewasa atau satu meter.

Jalan utama yang menghubungkan Ibu Kota Manggar dan Kelapa Kampit pun sempat dialihkan. Hal ini mengingat arus air yang melalui jalan sangat deras dan tingginya mencapai 40 cm sehingga dikhawatirkan akan membahayakan pengguna jalan.

Komandan Tagana Kabupaten Beltim, Hidayat mengatakan, setidaknya ada beberapa titik di tiga kecamatan yang rawan terjadi bencana. Titik tersebut meliputi Jembatan Air Madu dan Jembatan Air Kelambu di Kecamatan Simpang Renggiang, Jembatan Air Raya dan Jembatan Batu Penyu di Kecamatan Gantung, dan Desa Mayang serta Pembaharuan di Kecamatan Kelapa Kampit.

"Kita bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, Tagana, dan Pramuka sudah siaga di titik-titik rawan bencana. Kita juga mendirikan posko terpadu di setiap tempat," ungkap Hidayat, Kamis (28/6/2018).

Ia juga menyatakan tidak ada korban jiwa akibat banjir ini. Namun, kerugian materi akibat genangan banjir ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

"Tadi kita hanya mengevakuasi satu warga yang sedang sakit ke Puskesmas Kelapa Kampit. Saat ini Tagana Beltim memberlakukan siaga I. Kita akan terus standby sampai kondisi benar-benar aman," katanya.

Ditambahkannya, Tagana Beltim juga telah mengimbau masyarakat, agar tidak panik dan dapat segera mengamankan surat-surat dan barang berharga. Warga juga diminta agar segera melaporkan ke posko terdekat jika ada kondisi yang mengkhawatirkan.

"Terus juga kita minta agar warga jangan mudah percaya dengan berita kebohongan terutama yang menyangkut bencana banjir. Kita prihatin dan menghimbau agar tidak menyebarluaskan berita atau foto-foto hoaks," ujarnya.

Hingga Kamis Sore, kondisi air sudah berangsur-angsur surut seiring redanya hujan. Namun, warga diimbau agar tetap waspada.

Kondisi Cuaca Sama Dengan Tahun 2017 Lalu.

Hujan lebat yang berlangsung berjam-jam akan terus terjadi di Pulau Belitung. Sirkulasi Siklonik, atau awan tebal yang terus menetap membuat intensitas hujan tinggi.

Kepala Kantor Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpandan, Charles mengatakan, saat ini kondisi cuaca di kawasan Pulau Belitung, hampir sama dengan yang dialami tahun 2017 lalu.

"Kayak 2017 lalu. Hanya saja mudah-mudahan tidak separah tahun lalu," ungkap Charles, Kamis (28/6/2018).

Curah hujan yang tinggi, serta pola angin yang memiliki pusat tekanan rendah atau siklonik. Sirkulasi siklonik adalah, pusaran angin yang membawa massa udara atau uap air sebagai faktor utama pembentuk awan yang akan bergerak ke arah pusaran angin tersebut. Hal ini memicu bertumbuhnya awan signifikan, karena itu perlu diwaspadai akan timbulnya hujan lebat dan cuaca yang ekstrim.

"Kondisi ini terjadi di Selatan Kalimantan jadi di daerah Belitung terjadi perlambatan pergerakan angin. Seakan-akan anginnya diam, akibat terjadinya penumpukan awan," jelas Charles.

Kondisi di laut pun tak jauh berbeda. Ditambahkannya kondisi cuaca buruk akan terus terjadi hingga 30 Juni mendatang.

"Kita harapkan masyarakat untuk terus memperhatikan kondisi sekitar dan update cuaca kita," ujarnya.

Diketahui, di Kabupaten Beltim, khususnya Kecamatan Manggar hujan lebat terjadi sejak Kamis (28/6/2018) dini hari. Hujan berlangsung selama kurang lebih 8 jam. (HK)

Sumber : Diskominfo Beltim

Tidak ada komentar: