Gubernur : Lokasi Kebakaran di Jl. trem akan diterapkan sebagai Program Kotaku - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Jumat, Juni 01, 2018

Gubernur : Lokasi Kebakaran di Jl. trem akan diterapkan sebagai Program Kotaku

INRADIOFM.COM, PANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman memastikan bahwa lokasi kejadian kebakaran yang terjadi pada hari Kamis dini hari, 31 Mei kemarin akan segera dibangun kembali dengan penerapan program Kotaku.

Saat meninjau kelokasi kebakaran kamis, 31 Mei sore kemarin, ia menyampaikan kepada media bahwa peninjauan ini dilakukan karena berkaitan dengan program kotaku yang mana nanti diharapkan pada saat pembangunan kembali , tidak bertolak belakang dengan program Kotaku ini.

"Disini ada sekitar 11 keluarga yang terkena korban kebakaran. Kebakaran ini saya meninjau karena ada kaitan dengan program kota ku. Memang sekarang kita mau menata ini, jadi saya datang maksudnya jangan sampai apa yang mau di bangun ini bertolak belakang dengan program kotaku", ujarnya.

Dilanjutkan oleh gubernur Dalam pelaksanaan program kotaku ini merupakan salah satu penerapan Ruang Terbuka Hijau ( RTH ) yang  diwajibkan oleh pemerintah pusat harus dimiliki oleh setiap kota seluas 30 persen dari kawasan perkotaan.

"Saya minta sama RT untuk direlokasi jadi RTH yang berdekatan dengan pasar,  karena kota Pangkalpinang RTHnya baru 8 persen dari 30 persen yang di wajibkan pemerintah.Tapi menurut beliau ini berat untuk relokasi. Tapi nanti kalau ada bantuan dari pemerintah tolong pembangunannya atas penataan pemerintah," jelasnya.

Mengenai hak kepemilikan atas wilayah tersebut yang masih lebih dari separuh warga yang belum memiliki sertifikat, gubernur menyampaikan bahwa akan ada pembuatan sertifikat usai penataan selesai dilaksanakan agar masyarakat lebih diakui legalitas kepemilikan rumah tersebut.

"kita tata seperti konsep homing,  tadi sudah di sepakati ini ada yang sertifikat ada yang tidak. Jadi nanti kita buat konsepnya pemerintah membabtu, masyarakat membantu bentuk rumahnya pun akan sama, dan akan kita sertifikatkan agar ada legalitasnya dan mereka juga tidak nambah- nambah lagi karena kita ingin ini ditata kembali karena kalau tidak ditata akan terjadi kembali hal yang serupa," ucapnya. (nta)

Tidak ada komentar: