Syafi'i Salim : Manfaatkan Ramadhan Yang Tersisa, Siapa Tahu Ini Yang Terakhir - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Senin, Juni 04, 2018

Syafi'i Salim : Manfaatkan Ramadhan Yang Tersisa, Siapa Tahu Ini Yang Terakhir

INRADIOFM.COM, PANGKALPINANG Segala apapun didunia ini akan kembali kepada sang pemilik tunggal kehidupan, Allah Subhana Wa Ta' ala. Sungguh, keberadaan Ramadhan yang tersisa dapat menjadi pelajaran betapa waktu yang seperti ini terlalu berharga dilewatkan begitu saja tanpa menambah ketaatan sebagai bekal pulang menghadap-Nya.

Menurut Syafii Salim sebagai pembina pengajian Qolbun Salim mengatakan bahwa kesempatan Ramadhan tersisa ini dapat dijadikan semakin menambah amal bukan  berkurang konsentrasi ibadahnya dikarenakan fokus pada persiapan menyambut hari lebaran.

"Karena itulah ada semboyan, berbuatlah untuk duniamu, seolah - olah kita akan hidup selamanya tapi untuk ibadah seolah - olah, besok kita akan mati," ungkapnya diprogram Cerudik In Radio, Selasa (29/05/2018) malam.

Ia mengatakan bahwa kedatangan bulan Ramadhan yang hanya dirasakan sekali dalam setahunnya ini dapat dimanfaatkan  dengan sebaik - baiknya guna menambah nilai kualitas ketaqwaan kepada Allah Subhana Wa Ta'ala.

"Jadi kalau malam nanti, malas teraweh, malas tilawah, malas berbuat amal, besok kita mati gimana. Akhirnya ini memotivasi kita terus beramal, karena belum tentu kita hidup esok harinya," kata dia.

"Puasa ini kita di didik, dilatih menuju ketaqwaan, dan ketaqwaan itu tidak sembarangan. Maka dari itu, niatkanlah kelelahan kita beribadah selama Ramadhan itu sebagai ibadah kepada Allah Subhana Wa Ta'ala, jelas tak ada yang sia - sia," tambahnya.

Hakekatnya Ramadhan adalah Bulan Pengendalian Hawa Nafsu

Syafii salim yang juga sering tampil menjadi pemateri diberbagai kegiatan  dakwah di Bangka Belitung ini, turut mengingatkan bahwa ibadah puasa yang kita jalani dapat dimanfaatkan sebagai bulan pengendalian hawa nafsu dan bulan mengevaluasi sejauh mana komitmen kita dalam menjaga kualitas ibadah kita selama ini.

"Kita ga' usah membicarakan dan menghakimi puasanya orang lain, diri sendiri saja, kira - kira sudah pertengahan Ramadhan ini, semakin mundur atau maju kualitas ibadahnya," ungkapnya.

"Tidak usah terlalu muluk - muluk, yang penting lebih baik dari kemarin, katakanlah taqwa kita baru sepuluh persen tahun kemarin, tahun ini ningkatnya sepuluh persekian persen, ga' masalah. Yang terpenting apa, adanya peningkatan," pesannya.

"Mari kembalikan bahwa puasa itu, intinya mengendalikan hawa nafsu. Kita harus yakin, jika sabar kita meningkat maka kita akan mendapat rahmat meningkat dan akhirnya berpengaruh pada kualitas taqwa kita yang semakin lebih baik," tambahnya. ( AB )

Tidak ada komentar: