Tim Jejaring Temukan Ada Kotoran Tikus Dalam Kemasan Produk - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Selasa, Juni 05, 2018

Tim Jejaring Temukan Ada Kotoran Tikus Dalam Kemasan Produk


INRADIOFM.COM, Manggar, BELTIM – Tim Jejaring Keamanan Pangan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung menemukan buah-buahan yang sudah tidak layak konsumsi serta kemasan produk minuman yang rusak dan tidak higenis. Yang lebih parah lagi, ada kotoran hewan menempel pada kemasan minuman.

Hasil temuan itu didapati tim saat melakukan monitoring di salah satu Supermarket di Kota Manggar, Senin (4/6/2018). Manajer supermarket pun diberikan teguran dan diminta segera memusnahkan produk-produk tersebut.

Tim gabungan terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Provinsi Kepulauan Babel, Polda Babel, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang, Balai Karantina Ikan, dan didampingi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Beltim.

Tim jejaring ini mengawasi keamanan pangan, siap saji, bahan segar yang beredar menjelang Idulfitri. Selain itu juga melakukan pengecekan izin edar dan tanggal kadaluarsa produk.

"Saat ini baru kita lakukan pembinaan, kita kasih SP (Surat Teguran) I. Kita minta mereka perbaiki apa yang menjadi temuan kita hari ini dan lakukankan pemusnahan," tegas Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Babel, Rinaldy kepada wartawan.

Meski begitu diakuinya untuk temuan kemasan yang tidak higienis atau tidak layak jumlahnya hanya sedikit. Yang paling banyak jadi temuan adalah harga bahan pokok yang berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Pemprov Babel.

"Tadi kita temuan di sini gula, dijual Rp 13.500 perkilo, padahal penetapan HET-nya Rp 12.500. Kita minta itu segera dirubah harganya, sesuaikan dengan HET," kata Rinaldy.

Rinaldy menekankan untuk harga HET, bukan hanya berlaku bagi swalayan namun juga di pedagang kecil. Diakuinya pengawasan harga barang untuk sesuai HET sangat sulit, mengingat kendala jarak Pemprov ke Kabupaten Beltim.  

"Tadi kita temukan juga di Pasar Kelapa Kampit. Penetapan HET itu kan sudah melalui kajian, dengan HET pedagang sudah ada keuntungan," ujar Rinaldy.

Tim jejaring pangan melakukan pengawasan ke seluruh Kabupaten/kota se Provinsi Kepualauan Babel. Saat di Kabupaten Beltim, tim memantau Pasar Kelapa Kampit, Toko Ahin dan Supermarket Puncak di Kecamatan Manggar. (HK)

Sumber : Diskominfo Beltim      

Tidak ada komentar: