Besok Imunisasi Measles Rubella Dimulai - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Selasa, Juli 31, 2018

Besok Imunisasi Measles Rubella Dimulai

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Supeni
INRADIOFM.COMManggar, BELTIM – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Belitung Timur, mulai besok, Rabu (1/8/2018) akan memulai pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR) / campak dan rubella secara serentak. Pelaksanaan akan berlangsung selama dua bulan, hingga 29 September 2018 mendatang.

Pencanangan imunisasi akan dilakukan di SD Negeri 2 Gantung, pada 2 Agustus mendatang. Dijadwalkan Bupati Beltim, Yuslih Ihza yang akan mencanangkan secara langsung.

"Seluruh persiapan sudah kita lakukan untuk pelaksanaan imunisasi. Bukan hanya di Kabupaten Beltim, pelaksanan imunisasi dilaksanakan juga di seluruh wilayah, di luar Pulau Jawa secara serentak mulai besok," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Supeni saat ditemui Diskominfo Beltim di Ruang Kerjanya, Selasa (31/7/2018).

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) sudah menyiapkan 3.675 vial vaksin untuk 30.076 bayi dan anak se-Kabupaten Beltim. Sasarannya adalah bayi dan anak-anak yang berusia 9 bulan hingga 15 tahun.

"Bulan Agustus kita fokus ke anak sekolah, Bulan September kita ke balita di Posyandu. Kita menyiapkan vaksin lebih untuk cadangan, juga untuk bayi dan anak yang bukan warga Beltim namun berdomisili di Kabupaten Beltim," jelas Supeni.

Supeni menjelaskan imunisasi MR merupakan satu vaksin. Jika dulunya lebih dikenal dengan imunisasi campak.

"Bulan Oktober nanti rencananya imunisasi campak akan dihilangkan. Cukup imunisasi MR saja," jelas Supeni.

Untuk petugas di lapangan, mantan Kepala Bidang Kearsipan Dinas Perpustakaan itu menyebut tiap puskesmas akan menurunkan minimal 12 orang , setiap harinya.

"Termasuk untuk sweeping, pada hari-hari kosong. Kita gak ingin ada yang sampai terlewat dari imunisasi ini," ujar Supeni.

Imunisasi Dijamin Aman dan Halal

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Beltim, Muhamad Yulhaidir menjamin vaksin MR aman dan halal untuk diberikan kepada bayi dan anak. Namun ia tetap menghimbau agar kondisi kesehatan bayi dan anak tetap harus dilaporkan kepada petugas sebelum imunisasi dilakukan.

"Secara teknis imunisasi aman dan halal untuk diberikan kepada bayi dan anak. Hal ini juga sudah menjadi kesepakatan kita dalam tim," kata Yulhaidir saat ditemui Diskominfo Beltim di Ruang Kerjanya, Selasa (31/7/2018).

Muhamad Yulhaidir
Ditekankannya tak ada efek samping dari imunisasi MR. Kalau pun ada, biasanya hanya demam yang dikarenakan kekebalan tubuh bayi dan anak sedang rentan.

"Insyaallah tidak ada efek samping. Kalau ada efek ringan, demam panas itu karena kondisi anak yang kurang fit, cukup dikasih parasetamol saja," jelas Yulhaidir.

Mantan Direktur RSUD Beltim itu juga mewanti-wanti kepada orang tua dan guru agar melaporkan kondisi kesehatan anak dan bayi sebelum pelaksanaan imunisasi. Tujuannya agar petugas dapat menunda imunisasi sekiranya yang bersangkutan sedang sakit.

"Kalau ada alergi atau si anak sedang sakit tidak kita imunisasi. Nanti akan kita lakukan di lain hari. Kita juga didampingi oleh dokter spesialis anak, untuk memantau perkembangannya," ungkap Yulhaidir.

Diakuinya, banyak berkembang isu dan berita bohong mengenai pelaksanaan imunisasi MR terutama saat dilakukan di Pulau Jawa tahun 2017 lalu. Ditegaskannya semua isu yang beredar di media sosial tersebut tidak benar.

"Sudah pernah kita bahas dalam rapat dan diselidiki, berita bohong itu. Masak anak meninggal dunia karena kecelakaan dibilang karena imunisasi," pungkasnya. (@2!)

Sumber ;  Diskominfo Beltim

Tidak ada komentar: