Dianggap Kumuh, Desa Baru Manggar Dapat Bantuan Program Kotaku Rp 1,5 milyar - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Jumat, Juli 13, 2018

Dianggap Kumuh, Desa Baru Manggar Dapat Bantuan Program Kotaku Rp 1,5 milyar


INRADIOFM.COM, BELTIM – Masih banyaknya pemukiman kumuh, membuat Desa Baru Kecamatan Manggar, kecipratan anggaran sebesar Rp 1,5 milyar. Desa Baru merupakan satu-satunya desa di Kabupaten Belitung Timur yang menerima bantuan, karena masuk dalam daerah intervensi Program Kotaku.

Anggaran yang berasal dari Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu akan dipergunakan untuk pembangunan jalan setapak, drainase dan gerobak sampah.

Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi, Sumber Daya Alam dan Sarana Prasarana, Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Beltim, Efita Santy mengungkapkan ada 19 desa di Kecamatan Manggar, Gantung, dan Damar yang masuk kategori daerah pencegahan kumuh.

"Desa Baru masuk dalam SK Kumuh. Memang tidak semua RT-nya masuk dalam daerah kumuh cuman beberapa saja," jelas Efi seusai Rapat Koordinasi Pokja PKP terkait Pelaksanaan Program Kotaku di Ruang Rapat Gunung Lumut BP4D, Jum'at (13/7/2018).

Didampingi Sekretaris BP4D, Bayu Priambodo, Efi mengungkapkan jika saat ini anggaran masih dalam proses pencairan. Di tahun 2017 lalu, Program Kotaku sudah mengalokasikan Rp 500 juta di Desa Baru, dan Rp 250 juta di empat desa pencegahan lainnya.

"Kita targetkan tahun 2019 nanti status Desa Baru akan meningkat. Untuk kawasan kumuh yang belum menjadi lokasi kegiatan dapat diprioritaskan tahun depan, dengan catatan pihak desa dan kecamatan proaktif," kata Efi.

Sementara itu, Bayu Priambodo menambahkan, Pemkab Beltim melalui Dinas teknis juga akan mendorong pengurangan kawasan kumuh dengan program kegiatan di lokasi sasaran Program Kotaku. Hal ini dalam rangka mencapai target program 100-0-100, yaitu 100 persen pelayanan air bersih, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen sanitasi.

"Jadi sifatnya holistik lintas OPD untuk mengurangi kawasan kumuh secara optimal. Di sini juga partisipasi masyarakat dan pemerintah desa sangat diperlukan," ujar Bayu.

OPD Kurang Fokus Mengerjakan Program Kotaku.

Di kesempatan yang sama, Wakil Bupati Belitung Timur Burhanudin mengatakan, selama ini penanganan Program Kotaku tidak berjalan optimal, sehingga efek positif yang dihasilkan tidak dapat dirasakan oleh masyarakat.

"Program Kotaku ini kan menyangkut banyak faktor, berbagai program yang akan dikerjakan. Didalamnya ada drainase, sanitasi, air bersih yang dibidangi oleh berbagai OPD," jelasnya.

Menurutnya, antar OPD terkait yang menangani hal ini harus fokus dan bersinergi, agar optimalisasi penanganan Program Kotaku dapat berjalan dengan baik.

"Semua OPD terkait harus mendorong, membantu dari sisi psikologis masyarakat, aspek sosialnya, pendidikan dan segala macam. Kalau cuman satu program saja yang jalan dak ada impact benefit-nya," katanya.

Setiap tahun Program Kotaku sudah menghabiskan anggaran hingga milyaran rupiah, namun capaian hasil yang optimal dan baik belum dirasakan oleh masyarakat.

"Kita minta Bappeda (BP4D) selaku koordinator perencanaan anggaran harus lebih greget untuk memplototi anggaran dalam rangka sinegritas kebijakan anggaran untuk mendukung kegiatan program anggaran di masing-masing OPD terkait permasalahan di tiap-tiap desa," tegas Aan. (HK)

Sumber : Diskominfo Beltim

Tidak ada komentar: