Dinas Pendidikan Beltim Keluhkan Kekurangan Guru - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Senin, Juli 30, 2018

Dinas Pendidikan Beltim Keluhkan Kekurangan Guru

INRADIOFM.COM, Manggar BELTIM – Pada Tahun ajaran baru 2018 – 2019 ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur mengeluhkan kekurangan tenaga pendidik sekitar 113 orang.

Tahun 2018 ini saja sekitar 25 orang guru sudah memasuki masa pensiun. Ditambah lagi, pada tahun 2020 mendatang akan ada 130-an orang guru lagi yang akan pensiun.

Untuk mengisi kekurangan, Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim sudah mengajukan 113 orang untuk formasi guru CPNS di tahun 2018 ini. Jika disetujui, jumlah itu akan dibagi ke TK, SD dan SMP di seluruh Kabupaten Beltim.

Ironisnya, berdasarkan data Dinas Pendidikan jumlah rasio perbandingan guru dan murid di Kabupaten Beltim 15 : 1. Sesuai standar dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, rasio perbandingan antar guru dan murid yang ideal adalah 1 guru untuk 20 murid.

Saat ini tercatat ada 22.690 siswa, baik di tingkat TK, SD maupun SMP di seluruh Beltim. Dengan jumlah guru, baik PNS maupun non PNS mencapai 1.664 orang. Hal itu menandakan jumlah guru di Kabupaten Beltim, lebih banyak dari jumlah siswa.

Rendahnya rasio antara guru dan murid di Kabupaten Beltim diakui oleh Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan, Amrizal. Namun menurutnya hal itu terjadi karena tidak adanya pemerataan jumlah siswa di daerah terpencil atau tertinggal.

"Iya memang benar, rasio perbandingan jumlah guru kita lebih banyak. Tapi itu di atas kertas atau secara umum, di lapangannya dak bisa seperti itu karena sebaran siswanya tidak merata," jelas Amrizal saat dikonfirmasi Diskominfo Beltim, Senin (30/7/2018).

Amrizal mencontohkan, SD di daerah sangat terpencil seperti Pulau Buku Limau atau di Desa Tungkup. Di mana jumlah siswanya hanya sekitar 40 – 60-an siswa per sekolah, sedangkan gurunya minimal harus 8 - 9 orang.

"Daerah terpencil dan sangat terpencil itu akan mempengaruhi rasio. Bandingkan dengan yang ada di Kecamatan Manggar, Damar atau Kelapa Kampit. Ada yang satu guru untuk 30 lebih siswa, kalau di luar kecamatan itu, tidak merata," ungkap Amrizal.

Minta Kebijakan Untuk Penambahan Guru Dari PTT

Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim berharap pemerintah pusat akan rutin membuka keran penerimaan CPNS untuk formasi guru. Hal ini mengingat banyak guru yang akan memasuki masa pensiun.

"Mudah-mudahan penerimaan CPNS formasi guru akan rutin tiap tahun untuk menutupi kekurangan guru kita. Pada saat guru-guru program Inpres tahun 70-an nanti pensiun, kita tidak ingin proses belajar mengajar siswa terganggu karena kekurangan tenaga pendidik," kata Amrizal.

Selain itu, kurangnya jumlah guru, baik SD maupun SMP diharapkan dapat diisi dari jalur pegawai tidak tetap (PTT). PTT yang dimaksud merupakan lulusan sarjana pendidikan.

"Kita berharap OPD terkait BKPSDM dalam hal ini dapat membantu kita untuk mengatasi kekurangan guru. Kan banyak yang PTT kita itu yang dasarnya sarjana pendidikan, bisa nanti dialihkan kayak tenaga medis kemarin," ujarnya.

Amrizal menyatakan sulit bagi sekolah untuk mengangkat guru honor baru. Mengingat, jika hanya mengandalkan honor dari Biaya Operasional Sekolah (BOS) tidak akan mencukupi.

"Sesuai aturan Dana BOS yang bisa digunakan untuk menggaji guru hanya 15 persen. Jadi sulit kalau mengandalkan dana BOS, makanya kita minta kebijakan untuk pengalihan PTT tadi," ujarnya.

Dengan begitu diharapkan kekurangan jumlah guru di Kabupaten Beltim akan dapat teratasi. (@2!)

Sumber ; Diskominfo Beltim

Tidak ada komentar: