Pelabuhan Dendang, Jadi Pokok Utama Yuslih Ihza Bertemu Presiden - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Sabtu, Juli 07, 2018

Pelabuhan Dendang, Jadi Pokok Utama Yuslih Ihza Bertemu Presiden

INRADIOFM.COM, JAKARTA - Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza, menghadiri pertemuan dengan Presiden Joko Widodo bersama sejumlah Bupati, di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis, (5/7/2018) lalu. Yuslih Ihza diterima oleh Presiden pada sesi sore bersama 17 Bupati lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Yuslih menjadi salah satu Bupati yang berkesempatan menyampaikan kondisi Belitung Timur.

Ia mengatakan, hal yang menjadi pokok penyampaian dirinya adalah masalah pelabuhan, karena berkaitan dengan program trayek tol laut oleh Kementerian Perhubungan RI , dan Belitung Timur masuk dalam kawasan T2L (Trayek Tol Laut) tersebut.

Dikatakannya, untuk menjadwalkan dengan proyek trayek tol laut tersebut, perlu dibangunnya pelabuhan Dendang. Ia pun mengakui jika Kabupaten Belitung lebih maju, karena sudah adanya Pelabuhan dan Bandar Udara disana.

"Iya, memang Kabupaten Belitung lebih maju, mereka punya pelabuhan dan bandar udara, karena memang kabupaten yang lebih dulu terbentuk. Sedangkan kita kan Kabupaten baru, jadi Saya sampaikan kalau kita belum punya Pelabuhan dan Bandar Udara, makanya untuk menjadwalkan dengan proyek trayek tol laut tersebut perlu dibangunlah pelabuhan Dendang," ujar Yuslih.

Ia juga mengatakan, dengan adanya pelabuhan Dendang tersebut, nantinya akan dapat menjangkau dan memajukan Kabupaten Belitung Timur, dan daerahnya tidak bergantung dengan Kabupaten Belitung lagi.

Yuslih menambahkan, dalam pertemuan itu, tidak semua Bupati yang hadir dapat langsung menyampaikan aspirasinya kepada Presiden. Ia mengungkapkan, dirinya termasuk satu dari empat Bupati yang berkesempatan menyampaikan aspirasi, yang langsung ditampung dan diterima oleh Presiden.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi yang didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyampaikan, ingin menemui para Bupati dalam forum kecil seperti itu, karena menurutnya akan lebih bebas dalam penyampaian hal-hal yang berkaitan dengan pemerintahan daerah, dan ia pun mengungkapkan betapa pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dengan daerah.

"Ini undangan khusus kepada Bapak Ibu Bupati, saya memang ingin mengundang dalam forum-forum yang lebih kecil seperti ini, sehingga lebih bebas untuk menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan pemerintahan di daerah," kata Presiden membuka pertemuan itu.

Ia juga berharap, agar pemerintah Pusat, pemerintah Provinsi, dan pemerintah Kabupaten/Kota, betul-betul satu garis lurus.

Percepatan Pelayanan Perizinan di setiap Daerah

Pada keesokan harinya, Presiden Jokowi membuka Rapat Kerja Nasional XI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) 2018, yang berlangsung di Nusantara Room Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Jumat (6/7/2018) pagi, yang dihadiri oleh Bupati anggota APKASI dan sejumlah Duta besar.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi meminta APKASI untuk melek teknologi dan adiktif dengan perkembangan pelayanan publik. Kepada seluruh Bupati yang hadir, Presiden berpesan untuk membantunya untuk mempercepat pelayanan perizinan.

"Ada Kepala Daerah yang bilang ke Saya dengan bangganya bahwa di tempatnya sekarang ngurus perizinan tidak lebih dari seminggu. Itu belum ada apa-apanya, boleh bangga kalau sudah kurang dari sejam," ucapnya.

Menurutnya, salah satu pelayanan perizinan yang penting untuk dipercepat prosesnya adalah pelayanan perizinan investasi di daerah, karena dengan investasi itu maka akan dapat mengurangi angka pengangguran dan angka kemiskinan.

Acara Rakernas XI APKASI 2018 ini digelar dalam rangka terwujudnya kedaulatan pangan di Indonesia dan akan disampaikan ke instansi pusat terkait. Selain itu, di tempat yang sama, APKASI juga menggelar APKASI Otonomi Expo 2018, yaitu pameran potensi dan peluang Investasi daerah dengan tema, Meningkatkan Daya Saing Daerah, dalam merebut Pasar Global, yang berlangsung mulai 6 Juli hingga 8 Juli mendatang, dan diikuti juga oleh Kabupaten Belitung Timur. (HK)

Sumber : Diskominfo Beltim

Tidak ada komentar: