PPDB SMA/ SMK Babel Telah Dibuka - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Rabu, Juli 04, 2018

PPDB SMA/ SMK Babel Telah Dibuka

INRADIOFM.COM, PANGKALPINANG - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK tahun ajaran 2018 -2019, mulai Senin (2/7/2018) telah mulai dibuka.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Riswardi, M.pd kepada Inradio, beberapa waktu lalu.

Dalam pelaksanaan PPDB tersebut, dikatakan Riswardi, Gubernur Erzaldi Rosman telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub), Nomor 188.44/454/DISDIK/2018, yang didalamnya tertulis mekanisme penerimaan siswa didik baru untuk tingkat SMA/SMK se Bangka Belitung, yakni dengan sistem zonasi.

"Sekarang sudah ada pergub yang mengatur PPDB ini. Disana sudah terdapat nama para panitia pelaksana PPDB untuk setiap sekolah, tatacara serta mekanisme juga sudah tertera disana, yang beda untuk tahun ini sudah menggunakan zonasi," ujarnya.

Ditambahkannya, pada umumnya untuk seleksi SMK/SMA ini melalui pemberkasan, pemeringkatan nilai, SKHUN dan skor nilai sertifikat, atau piagam yang harus didukung oleh surat keterangan penyelenggaraan. "Khusus untuk SMK menggunakan peringkat nilai, skhun dan skor nilai ditambah dengan nilai tes khusus sesuai paket keahlian yang dimiliki oleh siswa", tambahnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan untuk SMK ada pengecualian dalam penggunaan zonasi, karena SMK merupakan sekolah yang berbasis dengan kejuruan. "Yang tidak pakai zonasi adalah SMK karena berbasis kejuruan. Di wilayah kota Pangkalpinang ada pengecualian karena mereka tergantung dengan keahlian masing-masing yang mereka pilih," jelasnya.

Kepada pihak sekolah, akan diberikan kelonggaran dalam menentukan hal-hal apa saja yang akan dilaksanakan pada penerapan PPDB tersebut, namun tidak menyalahi aturan yang telah diterapkan dalam Pergub. "Otonomi sekolah juga berperan, sekolah bisa melaksanakan tes dengan aturan sekolah sendiri, tetapi tetap mengakomodir dan mengacu pada peraturan, bukan semua mutlak harus seperti di pergub, tapi akan tetap kami awasi," tambahnya.

Untuk sekolah yang mengatur maksimal 20 persen siswa tidak mampu, diberikan kebijakan untuk memenuhi kuota tersebut, dengan memberikan persyaratan yang tertera dalam pergub. "Sekolah yang mengatur bagaimana mekanisme penerima, apakah mau online atau offline.Jika sudah terpenuhi 20 persen kuota tidak mampu dengan memenuhi syarat-syarat yang tertera, siswa yang melebihi batas kuota akan dialihkan ke sekolah lain," ujarnya. (Nita)

Tidak ada komentar: