UKM Beltim Akan Dapat Bantuan Pinjaman Lunak Rp 1,5 milyar - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Selasa, Juli 17, 2018

UKM Beltim Akan Dapat Bantuan Pinjaman Lunak Rp 1,5 milyar

INRADIOFM.COM, BELTIM – Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disnaker Kop UKM) Kabupaten Belitung Timur (Beltim), kembali akan mencairkan Rp 1,5 milyar untuk Program Perkuatan Permodalan bagi Koperasi Usaha Mikro dan Kecil (P3KUMK). Pencairan akan dilakukan pada Agustus 2018 mendatang, saat penandatangan berita acara.

Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Marwati mengatakan P3KUMK akan dicairkan bagi 104 Usaha Kecil dan Mikro (UKM) di Kabupaten Beltim. Besaran pinjaman beragam mulai dari Rp 4 juta hingga Rp 50 juta.

"Kalau tidak ada jaminan paling besar Rp 5 juta. Diatas jumlah itu, harus pakai jaminan, biasanya yang kita kasih pinjaman puluhan juta pernah dipinjamkan sebelumnya dan lancar bayarnya," terang Marwati saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/7/2018).

Wanita yang akrab dipanggil Wawa ini menyatakan, UKM bisa membayar angsuran pertama setelah dua bulan menerima pinjaman. Pembayaran pun bisa dilakukan di setiap kantor kecamatan.

"Kalau Agustus nerima berarti bayar angurannya Oktober. Kita kasih waktu dua bulan agar usahanya mulai berjalan dan berkembang," jelasnya.

Ditambahkannya, besaran bunga P3KUMK pun sangat kecil, yakni 3 persen per tahun. Dengan jangka waktu pembayaran yang sesuaikan dengan permintaan, dari satu hingga tiga tahun.

"Tergantung mereka mau ngambil yang berapa tahun. Nanti kita survey setelah proposalnya diajukan," jelasnya.

Sejak dimulai pada Tahun 2008 lalu, Program bantuan pinjaman lunak ini cukup banyak membantu UKM yang ada di Kabupaten Beltim. Program sempat tidak berjalan di tahun 2010 dan 2017 lalu, dan dilanjutkan kembali di tahun 2018 ini.

Telat Bayar, UKM Tak Boleh Ditagih   

Dari tahun 2008 hingga 2016, total realisasi dana yang disalurkan melalui P3KUMK mencapai Rp 25.059.000.000. Dana tersebut dipinjamkan ke 2.477 UKM dan 20 koperasi di seluruh Kabupaten Beltim.

Sayangnya tak semua koperasi atau UKM yang taat membayar angsuran. Hingga Juni 2018, total pengembalian baru mencapai Rp 21.954.447.900, atau 94,83 persen.

"Jumlah sekitar Rp 3 milyar itu kita total dengan tempo angsuran yang masih berjalan di tahun 2016 dan 2015. Kalau macetnya paling ada sekitar Rp 1 milyar lebih," ungkapnya.

Diungkapkannya, penunggak angsuran disebabkan karena usahanya tidak lancar. Selain itu ada juga yang keberatan karena terlalu jauh untuk membayar.

"Kalau tidak bayar, kita kasih teguran ke tempatnya. Kita juga kasih himbauan melalui kepala desanya," ujarnya.

Ia juga menekankan petugas dari Dinas Tenaga Kerja Koperasi Usaha Kecil dan Menengah tidak boleh menagih langsung ke penerima bantuan P3KUMK. Hal itu akan melanggar petunjuk teknis (juknis) yang disepakati.

"Kita dak boleh nagih tiap bulan, melanggar juknis. Mereka harus membayar dengan kesadaran, makanya kita siapkan loket di setiap kecamatan jadi dak ada alasan lagi kalau merasa kejauhan," katanya.

Ia berharap para penunggak pinjaman akan terketuk hatinya untuk mengembalikan sisa pinjaman yang masih tersisa. Mengingat pinjaman yang dikembalikan akan dipergunakan untuk membantu UKM lainnya.

"Program ini kan sudah cukup banyak membantu UKM kita. Kalau lancar Insyaallah program akan terus berlanjut," harapnya. (HK



Sumber: Diskominfo Beltim

Tidak ada komentar: