Babel Tambah 3 Karya Budaya Jadi WBTB Indonesia 2018 - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Kamis, Agustus 09, 2018

Babel Tambah 3 Karya Budaya Jadi WBTB Indonesia 2018

INRADIOFM.COM, JAKARTA - Sidang Penetapan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia telah dilaksanakan pada Kamis, 2 Agustus 2018 lalu, di Hotel Millenium Sirih, Jakarta Pusat. Yang dihadiri Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Disbudpar Babel) Zuardi, bersama Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Bangka Barat, Bambang Suseno, Pamong Budaya Kabupaten Belitung Timur Adi Guna, dan Hendri dari Balai Pelestarian Nilai Budaya Tanjung Pinang.

Zuardi melaporkan, dalam sidang tersebut, terdapat 3 (tiga) karya budaya asal Kabupaten Belitung Timur yang diloloskan dan ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2018, yakni Hadrah Gendang Empat, Emping Beras, dan Sepen Buding. Sementara 2 (dua) lainnya, Akek Antak dan Pong Pong Alu tidak lolos. 

Zuardi menjelaskan kelima karya budaya di atas sebelumnya sudah melakukan perbaikan, sesuai yang dimita oleh Tim Penilai. Dengan demikian, terdapat 4 (empat) karya budaya Bangka Belitung yang telah ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2018, termasuk Tari Serimbang asal Kabupaten Bangka Barat yang telah lolos sejak tahap pertama pembahasan.

"Sebelumnya kan Tari Serimbang, itu statusnya memang sudah lolos sejak pembahasan pertama. Masih ada 5 karya budaya yang statusnya "Perbaikan". Setelah kita melengkapi berkas "Perbaikan" di Sidang Penetapan kemarin, ternyata lolos lagi 3, yakni Hadrah Gendang Empat, Emping Beras, dan Sepen Buding. Sedangkan Akek Antak dan Pong Pong Alu tidak lolos," jelas Zuardi.

Bagi karya budaya yang belum lolos, seperti Akek Antak dan Pong Pong Alu dapat diusulkan kembali di tahun berikutnya. Pendalaman kajian dan juga video juga sangat penting dalam kelengkapan data pengajuan. 

"Untuk karya budaya yang belum lolos atau masih kurang datanya, masih dapat diusulkan kembali di tahun berikutanya. Tentunya saja dengan melengkapi data yang diminta oleh Tim Penilai pada Sidang Penetapan WBTB, seperti kajian dan video," tambah Zuardi.

Sementara Hera Riastiana, Pengelola Urusan Kerjasama Pengembangan Seni dan Budaya menjelaskan mekanisme pengusulan karya budaya sebagai WBTB Indonesia.

"Sebelum kita mengusulkan karya budaya, biasanya kita mendapatkan surat Pengusulan WBTB dari Kemendikbud, dan surat ini kita jadikan dasar untuk kita teruskan ke kabupaten/kota. Kemudian, kabupaten/kota akan mengirimkan daftar usulannya, dalam waktu ±1 bulan. Dari daftar tersebut, kita seleksi dulu kelengkapannya, baru diusulkan," jelas Hera.

Hera menambahkan bahwa karya budaya yang baru, dapat tetap diusulkan untuk dicatat terlebih dahulu dalam Sistem Pencatatan WBTB Indonesia.

"Kalau ada usulan karya budaya yang baru atau belum pernah diusulkan, bisa tetap kita ajukan walau pun datanya belum lengkap. Pengajuan ini agar karya budaya tersebut dapat dicatat di Sistem Pencatatan WBTB Indonesia dan dilindungi," tambahnya.

Selain itu Hera juga mengatakan bahwa penilaian yang dilakukan oleh Tim Penilai WBTB Indonesia lebih merujuk pada isi dan kelayakan suatu karya budaya.

"Kalau Tim Penilai WBTB Indonesia atau pusat lebih menilai pada isi dan kelayakan. Apakah suatu karya budaya yang diusulkan dari provinsi benar-benar pantas menyandang predikat WBTB Indonesia," katanya.

Selanjutnya atau tahapan akhir adalah penyerahan sertifikat WBTB, dimana Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama provinsi lain yang karya budayanya telah meraih predikat WBTB Indonesia 2018 akan menerima sertifikat WBTB pada Oktober 2018 mendatang.


Penulis : Ernawati Arif (Prahum Disbudpar Babel)
Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Editor : Heri Kurniawan (In Radio).

Tidak ada komentar: