Kabupaten Beltim Mulai Gerakan Seribu Masyarakat Sehat (Germas) - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Selasa, Agustus 21, 2018

Kabupaten Beltim Mulai Gerakan Seribu Masyarakat Sehat (Germas)

INRADIOFM.COM, Manggar, BELTIM – Bupati Belitung Timur, Yuslih Ihza mencanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke XXV tingkat Kabupaten Beltim Tahun 2018. Pencanangan ditandai dengan pelepasan balon ke udara di Halaman Taman Kota Segitiga Manggar, Senin (20/8/2018).

Kegiatan dimulai dengan pelaksanaan senam sehat bersama, acara minum jamu, makan bubur kacang hijau, serta  buah-buahan. Turut dalam kegiatan ini Ketua DPRD Beltim, Tom Haryono Harun, Forkopimda, pimpinan OPD serta masyarakat umum.

Kabupaten Beltim merupakan daerah pertama di Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung yang mencanangkan kegiatan ini. Selanjutnya pencanangan akan dilaksanakan di Kabupaten/Kota lain di Provinsi Babel.

Dengan adanya pencanangan tersebut Kabupaten Beltim telah ditetapkan sebagai salah satu locus atau tempat untuk melakukan percepatan penanganan masalah kesehatan melalui Germas. Penekanan kegiatan nantinya akan dilakukan pada tiga komponen kegiatan, yakni aktifitas fisik, makan sayur dan buah serta cek kesehatan secara rutin setiap 6 bulan sekali.

"Kampanye GERMAS adalah gerakan perubahan perilaku hidup sehat dari seluruh sektor dan komponen masyarakat. Hal itu perlu diupayakan mengingat kondisi masyarakat sehat harus dilaksanakan dengan maksimal melalui partisipasi aktif dari seluruh sektor dan komponen masyarakat," ujar Bupati dalam pidatonya.

Yuslih melanjutkan GERMAS dan HARGANAS merupakan kegiatan yang memiliki keterkaitan. Di mana keluarga merupakan lingkungan pertama tempat terbentuknya kepribadian dan sebagai fungsi strategis dalam membekali nilai-nilai kehidupan dengan tumbuh dan berkembangnya untuk mencari makna dalam perjalanan hidup.

"Mendorong masyarakat untuk membiasakan pola hidup sehat dimulai dari keluarga. Dengan gaya hidup modern dan kesibukan orang tua akan berdampak pada tatanan kehidupan keluarga," kata Yuslih.

Tema pencanangan GERMAS pada tahun 2018 ini adalah 'Gerakan 1.000 Masyarakat Hidup Sehat'. Sedangkan tema HARGANAS yakni 'Hari Keluarga, Hari Kita Semua'.

"Dengan adanya dua tema ini saya berharap masing-masing dapat saling bersinergi, mengupayakan gerakan perubahan perilaku hidup sehat. Harapannya masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat termasuk dalam lingkungan keluarga di dalam rumah tangga dapat terwujud," harap Yuslih.

Dalam kesempatan itu juga, Bupati dan Forkopimda Kabupaten Beltim menyerahkan tropy dan piagam perhargaan untuk Keluarga Harmonis, Penyuluh KB Teladan, serta berbagai penghargaan untuk masyarakat Beltim yang berprestasi di bidang kesehatan serta keluarga berencana.    

Jumlah Penderita Hipertensi Kian Meningkat

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Beltim, Muhammad Yulhaidir menyatakan saat ini terjadi perubahan pola penyakit yang ditandai dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular, seperti hipertensi, stroke, jantung, diabetes, dan lain-lain. Di Kabupaten Beltim sendiri, yang patut diwaspadai adalah hipertensi dan diabetes.

Data di DKPPKB Kabupaten Beltim mencatat pada 2017 lalu, jumlah kasus hipertensi berjumlah 1.390 dan diabetes sebanyak 2.276. Hingga triwulan II tahun 2018, ini jumlah kasus hipertensi sudah mencapai 1.006 dan diabetes berjumlah 1.744. Diperkirakan jumlah kasus akan meningkat diakhir tahun.

"Penyebabnya adalah perubahan pola hidup. Mulai dari pola makan, gaya hidup, kurangnya konsumsi buah dan sayur, konsumsi garam hingga merokok," ungkap Yulhaidir.

Kondisi itu akan berakibat pada peningkatan biaya kesehatan disertai dengan penurunan produktifitas kerja. Sehingga akan berpengaruh terhadap penurunan ekonomi masyarakat.

"Untuk menekannya harus dengan mambangun kesadaran dari masyarakat. Perbanyak aktifitas fisik, makan sayur, dan merubah pola hidup. Dengan adanya Pencanangan GERMAS ini kita dapat menekan angka penyakit tidak menular ini," kata Yulhaidir.

Mantan Camat Damar itu juga meminta agar masyarakat dapat rutin mengecek kondisi kesehatannya, setiap 6 bulan sekali. Di setiap Puskesmas sudah disediakan pengecekan kesehatan secara gratis bagi masyarakat.

"Setiap ada kegiatan kita juga rutin menyediakan pegecekan kesehatan. Jangan menunggu sakit baru mau cek, yang sehat pun wajib cek," ujarnya.

Selain itu, di Kabupaten Beltim juga harus dilakukan perbaikan lingkungan yang menjadi salah satu factor pendukung derajat kesehatan masyarakat. Saat ini sanitasi lingkungan juga masih menjadi masalah, yang mana hingga saat ini belum ada desa yang berani mendeklarasikan sebagai desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dan baru 6 desa yang telah bebas dari Buang Air Besar Sembarangan atau desa ODF. (@2!_HK)

Tidak ada komentar: