Komoditas Ikan Picu Inflasi Juli 2018 di Bangka Belitung - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Kamis, Agustus 02, 2018

Komoditas Ikan Picu Inflasi Juli 2018 di Bangka Belitung

INRADIOFM.COMPANGKALPINANG -
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat pada bulan Juli mengalami inflasi sebesar 0,52% (mtm), menurun dari inflasi di bulan Juni 2018 sebesar 1,68% (mtm).

"Walaupun terjadi normalisasi tiket angkutan udara, kenaikan inflasi dari komoditas ikan memberikan andil yang cukup besar terhadap inflasi di bulan Juli 2018.", ujar Deputi Kepala Perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung,
Edhi Rahmanto Hidayat.

Berdasarkan kelompok pembentuk inflasi (disagregasi), inflasi Juli 2018 utamanya bersumber dari kelompok volatile food yang mengalami inflasi 3,32% (mtm) dan komoditas inti yang tercatat mengalami inflasi yang cukup terkendali sebesar 2,34% (mtm). Sementara itu, kelompok administered price mengalami deflasi 0,39% (mtm).

Berdasarkan kelompok pengeluaran, bahan makanan memberikan andil yang paling besar terhadap inflasi di bulan Juli 2018. Kenaikan inflasi pada kelompok bahan makanan disebabkan adanya kenaikan harga dari sejumlah jenis ikan. Sementara itu, tercatat kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 1,51% (mtm). Deflasi dari kelompok ini disebabkan oleh efek lanjutan normalisasi tarif angkutan udara pasca peak season di bulan Juni 2018.

Secara tahunan inflasi Juli 2018 di Bangka Belitung tercatat sebesar 3,34% (yoy) meningkat dibanding inflasi Juni 2018 sebesar 2,55% (yoy), dan berada diatas angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 3,18% (yoy). Sedangkan dalam tahun kalender (Januari – Juli 2018), inflasi di Bangka Belitung tercatat sebesar 2,68% (ytd), sedikit dibawah inflasi Nasional sampai dengan Juli 2018 sebesar 2,81% (ytd). Inflasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih terkendali dan masih dalam target inflasi yang ditetapkan Pemerintah yaitu 3,5%±1%. Akan tetapi, risiko inflasi yang muncul dari kelompok bahan makanan perlu diantisipasi. Hingga bulan Juli 2018, inflasi tahunan bahan makanan sudah mencapai 7,88% (yoy). Inflasi yang terjadi dari kelompok bahan makanan tersebut sebagian besar didorong oleh komoditas ikan – ikanan.

"Di sepanjang paruh kedua tahun 2018, Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan Satgas Pangan perlu memperkuat sinergi untuk mengawal pergerakan inflasi bahan makanan, terutama untuk komoditas ikan – ikanan. Tercatat komoditas ikan menjadi salah satu komoditas yang mempengaruhi pergerakan inflasi di Bangka Belitung. Selain penguatan sarana dan prasarana,  penguatan kelembagaan kelompok nelayan di Bangka Belitung juga perlu dilakukan untuk meningkatkan kemandirian nelayan. Selain itu, efisiensi tata niaga melalui optimalisasi pasar lelang ikan juga dapat berkontribusi dalam mengontrol harga ikan yang terbentuk di level pedagang besar dan eceran", ujar Edhi. ( Erwin ).

Sumber : BI Perwakilan Bangka Belitung

Tidak ada komentar: