Upaya Pemprov Babel Terhadap Karya Budaya Daerah Yang Telah Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Selasa, Agustus 14, 2018

Upaya Pemprov Babel Terhadap Karya Budaya Daerah Yang Telah Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB)

INRADIOFM.COMPANGKALPINANG - Di tahun 2018 ini, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mendapatkan 4 (empat) karya budaya yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia, yakni Tari Serimbang (Seni Pertunjukan Bangka Barat), Hadrah Gendang Empat (Seni Pertunjukan Belitung Timur), Emping Beras (Kemahiran dan Kerajinan Tradisional Belitung Timur), dan Sepen Buding (Seni Pertunjukan Belitung Timur).

Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Babel, Zuardi menjelaskan, beberapa tindak lanjut dapat dilakukan oleh Pemerintah Daerah terhadap karya budaya Bangka Belitung yang telah ditetapkan sebagai WBTB itu, yakni meletakkan sertifikat WBTB di ruang Kepala Daerah, komunitas, dan lokasi WBTB. Intervensi melalui pendidikan (mulok). Mempromosikan pada acara-acara besar daerah, pusat bahkan internasional. Melibatkan lintas generasi untuk memahami, mencintai, dan melestarikan. Lalu, mengadakan workshop, perlombaan, festival, pameran, dan lain lain sebagainya, serta memberikan penghargaan kepada pelaku atau pelestari.

"Mungkin masyarakat ingin tahu, apa yang dapat dilakukan setelah empat karya budaya kita ditetapkan sebagai WBTB. Yang pertama, meletakkan sertifikat WBTB di ruang Kepala Daerah, komunitas, dan tentunya di lokasi WBTB itu berasal. Hal ini dilakukan agar WBTB tersebut dapat diketahui oleh masyarakat luas," jelas Zuardi yang ditemui di kantor Disbudpar Babel, Pangkalpinang, Senin (13/8/2018).

Zuardi melanjutkan bahwa materi pembelajaran terkait WBTB ini sangat penting diberikan di sekolah, agar generasi muda menghargai dan mencintai karya budaya daerahnya sendiri.

"Yang kedua, yang dapat dilakukan adalah intervensi melalui pendidikan atau dengan kata lain muatan lokal (mulok). Jadi, anak-anak kita tahu kalau karya budaya daerah mereka ini sudah jadi WBTB, lho! Harus bangga dan menghargainya, karena untuk menjadi WBTB tidak lah mudah," lanjutnya.

Zuardi mengatakan, WBTB Bangka Belitung dapat diperkenalkan melalui acara-acara tertentu, baik dalam dan luar negeri.

"Selain jadi muatan lokal sekolah, WBTB dapat diperkenalkan atau dipromosikan melalui acara-acara besar tertentu yang diselenggarakan mulai dari daerah, nasional, hingga internasional. Jadi, semakin banyak orang yang mengetahui dan mengenalnya," katanya.

Selain sejumlah tindak lanjut yang dapat dilakukan Pemerintah Daerah itu, status WBTB yang telah dicapai oleh karya budaya daerah dapat mencegah kepunahan terhadap karya budaya terkait.

"Ditetapkannya karya budaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tidak hanya untuk menyatakan kepemilikan semata, terlebih dari itu adalah untuk melindungi suatu karya budaya dari kepunahan," kembali Zuardi menjelaskan.

Zuardi mengatakan, suatu karya budaya yang telah menjadi WBTB dapat dilindungi oleh Pemerintah Pusat, jika terjadi kepunahan di daerah.

"Kalau terjadi kepunahan karya budaya, misal tidak ada lagi yang melakukan upaya pelestarian Tari Serimbang, dan akhirnya punah di Bangka Belitung, termasuk di daerah asalnya Kabupaten Bangka Barat. Maka, Pemerintah Pusat yang telah menyimpan data lengkap Tari Serimbang dapat membuat rekonstruksi Tari Serimbang tersebut," katanya.

Sementara itu, Hera Riastiana, Pengelola Urusan Kerjasama Pengembangan Seni dan Budaya menambahkan, lintas generasi juga dapat dilibatkan dalam kegiatan tertentu dalam rangka melestarikan WBTB.

"Perihal karya budaya kita yang sudah jadi WBTB, bukan hanya menjadi urusan yang tua saja, tapi semua umur dan kalangan. Karena ini kearifan lokal kita, bagian dari identitas daerah kita. Jadi sudah sepantasnya lah kita semua peduli akan hal ini," tambahnya.

Hera juga mengatakan, WBTB dapat pula dijadikan tema didalam penyelenggaraan suatu kegiatan. Dan hal terpenting dari upaya pelestarian WBTB adalah apresiasi yang diberikan kepada siapa saja yang telah berdedikasi.

"Ada sejumlah cara yang bisa kita lakukan, agar WBTB dapat dikenal di berbagai umur dan kalangan, misalnya dengan mengadakan workshop, atau perlombaan, bisa juga dalam bentuk festival, mengadakan pameran, dan lain sebagainya. Hal terpenting lainnya dari upaya pelestarian adalah orang yang telah memberikan dedikasinya untuk melakukan upaya perlindungan, pemanfaatan, pengembangan, dan pembinaan. Mereka yang telah mencurahkan tenaga, waktu, dan mungkin juga materi, agar kearifan lokal tidak hanya menjadi kenangan, namun sebagai identitas daerah," jelasnya.

Ditetapkannya suatu karya budaya menjadi WBTB, tidak hanya menjelaskan kepemilikan akan karya budaya, tapi juga memperkuat identitas daerah.

Penulis : Ernawati Arif (Prahum Disbudpar Babel)
Editor : Heri Kurniawan (In Radio)
Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Tidak ada komentar: