BPS Catat Angka Indeks Demokrasi Babel Menurun - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Rabu, September 05, 2018

BPS Catat Angka Indeks Demokrasi Babel Menurun

INRADIOFM.COM, PANGKALPINANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat angka Indeks Demokrasi Babel (IDI) 2017 menurun dari tahun sebelumnya 83,00 menjadi 80,11, karena adanya penurunan capaian kinerja demokrasi Babel dari tiga aspek.

"Tiga aspek yang mempengaruhi penurunan angka IDI Babel yakni aspek kebebasan sipil turun 4,58 poin (daru 87,65 menjadi 83,07), lembaga demokrasi turun 7,31 poin (dari 80,20 menjado 72,89) dan hak-hak pokitik naik 1,21 poin (dari 81,09 menjadi 82,30)," kata Kepala BPS Babel, Darwis Sitorus, di Pangkalpinang, Selasa (4/9/2018).

Ia mengatakan, Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) adalah indokator komposit yang menunjukkan ingkat perkembangan demokrasi di Indonesia. Tingkat capaiannya diukur berdasarkan pelaksanaan dan perkembangan tiga aspek demokrasi, yakni kebebasan sipil, hak-hak politik dan lembaga politik.

IDI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2017 masih mencapai 80,11 dalam skala 0-100. Angka ini mengalami penurunan dibanding angka IDI 2016 yang sebesar 83,00.

Walaupun mengalami penurunan, namjn capaian kinerja demokrasi Babel di 2017 masih berada pada kategori baik, karena klasifikasi tingkat demokrasi dikelompokkan menjadi tiga kategori, yakni "Baik" dalam indeks lebih dari 80, "Sedang" di indeks 60-80, dan buruk dengan indeks kurang dari 60.

Fluktuasi angka IDI adalah cerminan situasi dinamika demokrasi di Indonesia. IDI sebagai alat ukur perkembangan demokrasi yang khas Indonesia memang dirancang untuk sensitif terhadap naik-turunnya kondisi demokrasi.

"IDI disusun secara cermat berdasarkan kejadian dan potret yang dihasilkan. Dan ini merupakan refleksi realitas yang terjadi di suatu daerah," ujarnya.

Darwis menambahkan, angka IDI Babel merupakan indeks komposit yang disusun dari tiga aspek, gakni asprk kebebasan sipil yang bernilai 83,07,  hak-hak politik yang bernilai 82,30 dan lembaga demokrasi yang bernilai 72,89.

"Pada periode 2009-2017 aspek hak-hak politik menunjukkan kecenderungan trend yang semakin meningkat. Sementara itu, aspek kebebasan sipildan lrmbaga demokrasi cenderung berfluktuasi. Capaian aspek kebebasan sipil masih menjadi yang tertinggi dibanding dua aspek lainnya," ujarnya. (Nta)

Tidak ada komentar: