Raker Diskominfo Se - Indonesia, BSSN : Cegah Informasi Bohong Saring Sebelum Sharing - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Kamis, Oktober 18, 2018

Raker Diskominfo Se - Indonesia, BSSN : Cegah Informasi Bohong Saring Sebelum Sharing

BANGKA TENGAH, INRADIOFM.COM - Sekretaris Utama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Sahrul Mubarok  mengapresiasi Rapat Kerja Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika se - Indonesia yang berlangsung di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berlansung  17 - 19 Oktober 2018.

Dirinya mengatakan pertemuan ini merupakan kegiatan untuk membangun sinergi dan kolaborasi Badan Sandi dan Siber Negara bersama dengan seluruh Diskominfo dalam bidang keamanan informasi dan keamanan siber.

" Ada tiga ( 3 ) isu atau hal yang akan kami sampaikan, pertama terkait sistem pemerintahan berbasis elektronik, dimana Peraturan Presiden yang baru disahkan pada awal Oktober, kemudian keamanan siber, serta urusan Persandian  Pemerintah Daerah," terangnya kepada awak media, di sela- sela kegiatan, di Hotel Soll Marina, Kamis ( 18/10/2018 ).

Keamanan siber, keamanan informasi, dan keamanan persandian adalah tiga hal yang tidak dapat dipisahkan, BSNN dalam menangani permasalahan perentasan  data telah memilki Pusat Kontak Siber, tentu disitulah sebagai tempat berbagi informasi, karenanya semua harus bergabung serta memiliki yang namanya Siber Security Information ( semacam respons tim ) yang tergabung secara nasional.

" Pusat Kontak Siber harus di bangun sehinga apabila sudah terbangun dengan BSSN kita dapat menjamin keamanan suatu data, apabila ada kebocoran data dapat ditelusuri sumber data berasal," jelasnya.

Kemudian terkait dengan pemberitaan bohong (Hoax), dirinya menerangkan ada dua hal, pertama persoalan konten dan teknologi konten, terhadap teknologi konten terus mensosialisasikan bagaimana masyarakat dapat memanfaatkannya teknologi dengan cetdas.

" Saring, dan Sharing, ketika mendapatkan sebuah informasi saringlah dulu kebenaran berita tersebut dan cari kevalidan data, barulah berbagi," paparnya.

Karenanya, dalam upaya mencari kebenaran sebuah informasi, BSSN membuat sertifikat elektronik yang dapat digunakan untuk memberikan suatu tanda informasi tersebut otentik, karena itu sebuah informasi elektronik maka masyarakat harus membuka link yang terdapat sumber data informasi.

" Sebagai masyarakat yang memiliki sifat  manusiawi, ketika mendapatkan informasi langsung ingin menjadi orang yang pertama untuk berbagi tanpa melalui proses penyaringan dan  klarifikasi ke sumber data, sumber berita bohong banyak berasal dari media sosial, karenanya untuk menghindari hal tersebut jadilah masyarakat cerdas," harapnya. ( erwin ).

Tidak ada komentar: