TBS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tanggapi Rendahnya Harga Sawit - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Rabu, Oktober 03, 2018

TBS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tanggapi Rendahnya Harga Sawit

PANGKALPINANG, INRADIOFM.COM - Tim Pengendali Tandan Buah Segar (TBS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung angkat bicara soal rendahnya harga sawit. Salah satu langkah awal yang dilakukan tim, yakni menentukan dan menetapkan harga sawit senilai Rp1028 per kilogram. Namun, hingga saat ini masih ada pengusaha yang belum merealisasikan kesepakatan harga tersebut.

Asisten Bidang Administrasi dan Umum Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Yulizar Adnan menjelaskan, sudah membentuk tim untuk membina, mengawal dan melakukan pengawasan mengenai harga TBS di tingkat petani. Langkah dilakukan yakni, mengajak petani dan pengusaha rapat lalu menetapkan harga TBS senilai Rp1028 per kilogram.

"Harga tersebut di tingkat pabrik atau harga beli TBS oleh pengusaha sawit. Namun di lapangan ada pengusaha atau  pabrik belum melaksanakan komitmen itu," kata Yulizar yang juga tergabung dalam Tim Pengendalian TBS saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif di In Radio, Selasa (2/10/2018).

Menindaklanjuti persoalan ini, Yulizar menjelaskan, tim akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan dan menyurati pengusaha agar bisa menyepakati harga sawit di tingkat pabrik. Pengusaha diharapkan bisa mengikuti aturan untuk kepentingan masyarakat, sehingga taraf hidup petani menjadi lebih baik.

Penetapan harga tersebut merupakan tahap awal. Yulizar mengatakan, tidak menutup kemungkinan akan ada kenaikan harga lagi, namun semua itu melihat kondisi di lapangan. Agar ada perbaikan harga di tingkat petani,  sudah ada rencana pemerintah provinsi untuk membuat pabrik kelapa sawit melalui BUMD.

"Jumlah petani semakin banyak dan ini tidak diimbangi kapasitas produksi pabrik sawit. Jika nanti jumlah pabrik dan kapasitas produksi pabrik meningkat, diharapkan dapat berdampak terhadap peningkatan harga TBS," harap Yulizar.

Sementara Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung H Alpian Arahman mengatakan, sebelumnya harga TBS hanya Rp800 hingga Rp900 per kilogram, lalu kini sudah naik menjadi Rp1028 per kilogram. Jika mengacu permentan, harga TBS ditetapkan setiap bulan berdasarkan harga CPO dunia.

Kini sedang diupayakan membentuk kemitraan, sehingga petani bisa menjual langsung TBS ke pabrik melalui koperasi. Menurut Alpian, selama ini masih panjang mata rantai penjualan TBS dari petani ke pabrik. Ke depan mata rantai itu akan dipangkas dan pemerintah harus campur tangan menetapkan harga TBS ini.

"Di daerah lain harga TBS lebih bagus. Kita juga berharap pemerintah bisa membangun akses jalan serta melakukan penambahan pabrik baru. Sebab sebelum ada penambahan pabrik, maka harga sulit membaik. Kabupaten Bangka Selatan menjadi sentra perkebunan sawit, namun hanya ada satu pabrik," jelasnya

Sumber: Dinas Kominfo

Tidak ada komentar: