Diskominfo Beltim Ajak Siswa Perangi Penyebaran Hoaks - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Selasa, November 13, 2018

Diskominfo Beltim Ajak Siswa Perangi Penyebaran Hoaks


Manggar BELTIM, INRADIOFM.COM – Para pengurus OSIS SMA/MA se-Kabupaten Belitung Timur diajak untuk memerangi penyebaran berita bohong/ hoaks. Sebagai pelajar atau pengguna internet pemula, pelajar dinilai paling rentan terhadap penyebaran berita bohong.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Beltim, Hartoyo, Selasa (13/11/2018), menyatakan pelajar dan generasi muda merupakan penangkal terdepan untuk memberantas penyebaran hoax.

Berdasarkan hasil survey Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) tahun 2017, mayoritas pengguna media sosial adalah anak muda atau kaum milenial, sedangkan 92,4 persen penyebaran hoax menggunakan media sosial.

"Gawai yang sering anda gunakan bisa menjadi iblis atau menjadi malaikat. Kalau digunakan untuk menyebarkan hoax, atau menyimpan hal yang tidak baik maka akan menjadi dosa jariyah," kata Hartoyo saat menjadi pembicara 'Cerdas Tangkal Berita Hoaks' dalam Traning Camp Kepemimpinan Siswa di SMA Negeri 1 Gantung.

Bahkan, diungkapkannya saat ia menjadi Kepala Dinas Pendidikan tahun 2016 lalu, sempat menjadi korban hoax. Dimana kala itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim diberitakan menyetujui adanya pungutan liar (pungli) di sekolah-sekolah.

"Setidaknya ada 58 macam hoaks pungli di sekolah yang sangat sering berkembang di kalangan pelajar dan orang tua siswa. Penyebaran hoaks ini bertujuan untuk menghasut dan menyudutkan instansi atau pihak tertentu," ungkap Hartoyo.

Hartoyo pun mengimbau kepada pengurus OSIS yang hadir untuk proaktif memerangi penyebaran hoaks. Sebagai
 pengguna internet, pelajar diminta untuk menggunakan internet dengan cerdas, kreatif, dan produktif.

"Cerdas memanfaatkan internet secara baik, kreatif menciptakan karya baru yang berpotensi memberikan manfaat dan nilai tambah, serta produktif mendapatkan atau memberikan manfaat yang maksimal dari penggunaan teknologi dan internet, untuk diri sendiri dan orang lain," tukasnya.

Pelajar Rentan Dengan Hoaks

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Gantung, Sabarudin menekankan generasi muda terutama pelajar harus diberikan bekal pengetahuan dan ilmu dalam menangkal hoaks. Pentingnya pengetahuan akan menghindarkan pelajar dari pengaruh negatif berita hoaks.

"Mereka inikan generasi milenial, mereka adalah pengguna media sosial terbesar. Mereka harus tahu mana yang merupakan berita hoaks mana yang benar," kata Sabar.

Apalagi menurutnya saat ini begitu banyak informasi hoaks yang mudah menyebar baik di media sosial maupun aplikasi di internat lainnya. Jika tidak dibekali, para pengguna pemula internet ini akan salah dalam pemanfataan teknologi internet, maka sangat berbahaya untuk masa depan mereka.

"Mereka inikan masih labil. Kita tahu bagaimana efek dari internet dan khususnya berita hoaks yang provokatif, pengaruhnya sangat destruktif bagi mereka, ditambah sangsi hukum berat yang menunggu" kata Sabar.

Sementara itu, Traning Camp Kepemimpinan bagi Pengurus Osis dan Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) SMA/MA se-Kabupaten Beltim, yang 
diikuti oleh 100 orang pengurus OSIS itu, diadakan oleh SMA Negeri 1 Gantung, dan berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 12 - 14 Nopember 2018.

Berbagai materi pelatihan kepemimpinan juga diberikan, seperti pengembangan SDM yang berkualitas, manajemen perubahan, dasar-dasar jurnalistik, spiritual, hingga outbond. Wakil Bupati Beltim, Burhanudin dan Senator Telli Gozali turut menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut.

"Hari terakhir besok, akan diadakan Pemilihan Pengurus Forum OSIS Kabupaten Beltim. Dilanjutkan dengan Pelantikan Pengurus OSIS terpilih oleh Wakil Bupati Beltim," tukas Sabar. (@2!_HK)

Sumber : Diskominfo Beltim

Editor : H.K

Tidak ada komentar: