Wabup Beltim Soroti Standar Nilai Pemerintah Pusat Terlalu Tinggi - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Selasa, November 13, 2018

Wabup Beltim Soroti Standar Nilai Pemerintah Pusat Terlalu Tinggi

Manggar BELTIM, INRADIOFM.COM – Wakil Bupati Beltim, Burhanudin, menyoroti standar penetapan ambang batas (passing grade), nilai kelulusan oleh panitia seleksi nasional yang terlalu tinggi. Menurutnya, pemerintah daerah dan pusat perlu mensinkronkan hal tersebut, agar proses seleksi dapat berjalan maksimal seperti yang diharapkan semua pihak.

Hal itu diungkapkannya, saat meninjau pelaksanaan seleski CPNS Kabupaten Beltim pada hari ke tiga di Ruang CAT Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Beltim, Senin (12/11/2018).


Ia prihatin melihat jumlah peserta yang lulus SKD hanya mencapai 48 orang, dari total kurang lebih 1.200 orang yang sudah mengikuti tes.

"Kalau melihat hasilnya sampai hari ini hanya sedikit yang lulus passing grade. Ini artinya standar nilainya cukup tinggi, bukan hanya di sini namun daerah lain juga," katanya.

Mantan Kepala Bappeda itu menyatakan, tingginya standar yang diterapkan, dikarenakan pemerintah pusat ingin agar CPNS yang lolos seleksi merupakan ASN yang memiliki kemampuan, intelektual, serta pribadi yang berkarakter.

"Agak berat memang. Mudah-mudahan target yang ditetapkan untuk kabupaten Beltim dapat tercapai di hari terakhir," harapnya.

Namun, sedikitnya jumlah peserta yang lulus, dinilainya menandakan proses seleksi CPNS benar-benar berjalan secara objektif, transparan dan akuntabel. Bahkan, ia menyebutkan tidak sedikit kerabat pejabat, yang tidak lulus proses seleksi CPNS ini.

"Masyarakat dapat melihat secara langsung proses seleksi dak ada yang ditutup-tutupi. Selama ini kan yang ditakuti masyarakat adanya kecurangan, titipan, ini kan ndak. Banyak anak pejabat dak lulus, termasuk anak aku," ungkapnya.

Tes Kompetensi Bidang Dijadwalkan 22 November Mendatang

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Beltim, Yuspian, menyatakan, meskipun seluruh proses Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) akan berakhir Selasa, (13/11/2018), namun jadwal Tes Kompetensi Bidang (TKB) dijadwalkan baru akan dilaksanakan pada 22 November mendatang. Hal ini mengingat panitia seleksi nasional masih harus menunggu daerah lain yang belum selesai melaksanakan tes.

"Kalau yang dijadwal awalnya seperti itu. Namun bisa saja berubah, lihat nanti pas semua daerah selesai," jelas Yuspian.

Yuspian mengatakan kepastian jadwal TKB baru bisa diperoleh seusai rapat koordinasi (rakor) pantia seleksi dari seluruh daerah. Mengingat jika banyak daerah yang tidak mencapai kouta terjadi secara luas maka nilai ambang batas kemungkinan akan diturunkan.

"Kalau gejala ini terjadi dengan masiv, umum dan berpengaruh secara nasional nilainya bisa diturunkan. Atau bisa pula nanti diadakan seleksi tahun selanjutnya tergantung hasil rakor," kata Yuspian.

Kalau pun pemerintah pusat tidak mengambil kebijakan, untuk menurunkan nilai Yuspian khawatir pelayanan publik di daerah-daerah akan terganggu. Mengingat dengan jumlah ASN yang ada saat ini di Kabupaten beltim masih belum memadai.

"Pasti terganggulah pelayanan kita. Jumlah ASN yang ada aja masih kurang, ditambah dengan yang pensiun tiap tahun bertambah," tukasnya.

Ditambah beberpaa peserta yang lolos SKD tidak merata, bahkan di satu formasi ada 3 orang yang lulus. (@2!_HK)

Tidak ada komentar: