Kongres Anak Indonesia XV, Hasilkan 4 Resolusi Anak Indonesia - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Jumat, November 23, 2018

Kongres Anak Indonesia XV, Hasilkan 4 Resolusi Anak Indonesia

Manggar, Beltim, INRADIOFM.COM Kongres Anak Indonesia XV tahun 2018 di Kabupaten Belitung Timur resmi ditutup oleh Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, Rabu (21/11/2018). Acara penutupan berlangsung di GOR Belitung Timur, Kecamatan Damar.

Hasil kongres selama 4 hari itu menghasilkan 4 resolusi Sikap Anak Indonesia. Sikap anak Indonesia itu, akan menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak usia anak melalui edukasi kreatif dan inovatif, mendukung seluruh elemen masyarakat untuk menjadi wadah pelindung hak anak agar terhindar dari deksriminasi dan kejahatan lainnya, memohon dukungan dari pemerintah dan masyarakat untuk menetralisir informasi dari media yang tidak ramah anak, dan menolak segala bentuk keterlibatan kami dalam politik praktis sebagai implementasi Undang-Undang.

Selain itu pula, KAI juga memilih 9 Duta Anak Indonesia yang dinobatkan oleh Ketua KPA, Arist Merdeka Sirait.

Bupati Beltim, Yuslih Ihza dalam pidato penutupan yang disampaikan oleh Asisten III Sekda Bidang Administrasi Umum, Zuryanti mengatakan Pemkab Beltim sangat serius memperhatikan dan melindungi keberadaan anak. Pelaksanaan KAI sendiri menurutnya adalah bukti dan merupakan implementasi dari Pasal 10 Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002.

"Setiap anak berhak menyatakan dan didengar pendapatnya, menerima, mencari dan memberikan informasi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya. Demi pengembangan dirinya sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan kepatutan," kata Zuryanti.

Dengan penyelenggaraan, KAI diharapkan terwujudnya langkah-langkah pemenuhan hak dasar anak, yaitu hak berpartisipasi untuk mengungkapkan aspirasi serta mendiskusikan kesulitan-kesulitan mereka.

"Atas nama pribadi dan Pemkab Beltim saya sangat mengaspirasi dan merasa bangga. Anak-anak yang menjadi delegasi dari seluruh penjuru nusantara disediakan wadah untuk merealiasasikan penyaluran pendapat mereka melalui bentuk aspirasi, pandangan dan rekomendasi," ujar Zuryanti.

Banyak Pengalaman Didapat Ikut KAI

Selama tiga hari mengikuti KAI banyak manfaat yang diperoleh oleh anak-anak yang merupakan delegasi dari berbagai daerah di Indoenesia. Seperti yang dikemukakan Zianida Dipasa (16), ia jadi memperoleh sahabat baru dan lebih mengenal budaya Indonesia.

"Senang sekali dapat ikut kembali di Kongres Anak ini, bisa berkenalan dengan teman-teman baru dan juga dapat bertemu kembali dengan teman-teman yang pernah ikut pada tahun lalu," ungkap Zia.

Siswa kelas XI SMA 3 Bekasi itu menyatakan KAI ke XV ini merupakan pengalaman yang ke dua. Sebelumnya saat Bekasi menjadi Tuan Rumah KAI XIV, ia juga sempat ikut.

"Sekarang dapat kembali bertukar pikiran dengan anak-anak lain dari seluruh Indoensia tentang permasalahan yang dihadapi anak-anak. Yang jelas kita juga dapat informasi tentang kebudayaan mereka," kata Zia.
Sebagai mantan Duta Kebhinekaan, Zia menilai permasalahan yang dihadapi anak Indonesia sekarang ini adalah kurangnya rasa menghargai satu sama lain akibat perbedaan yang ada. Padahal menurutnya hal itu dapat mengancam persatuan Indoensia.

"Kita memang berbeda ras, suku, agama dan bahasa, tapi sekarang adalah bagaimana kita dengan perbedaan yang ada dapat merekatkannya dalam persatuan. Sebagai duta kita harus menjembatani rasa persatuan, serta menjadi pelopor dan pelapor teman-teman kita lainnya," ujarnya.

Seusai acara penutupan KAI, anak-anak dari 37 daerah di Indonesia itu mengelara Malam Budaya. Di mana perwakilan tiap-tiap daerah, harus menampilkan cirri khas seni dan budaya yang ada di daerah masing-masing.

Penulis & Foto: Fauzi Akbar (Pranata Humas Diskominfo beltim)
Editor : H.K (In Radio)

Tidak ada komentar: