Pertamina Tambah Pasokan BBM ke Pulau Belitung - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru >>>

Rabu, November 21, 2018

Pertamina Tambah Pasokan BBM ke Pulau Belitung

Manggar, Beltim, INRADIOFM.COM Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pulau Belitung dinyatakan sudah normal, namun kelangkaan masih terus terjadi di Kabupaten Belitung Timur. Bahkan di beberapa desa yang jauh seperti Tanjung Kelumpang dan Dukong banyak warga yang tidak bisa memperoleh BBM.

Terpantau pada Rabu (21/11/2018) sore, di SPBU 24.334.192 Desa Padang dan SPBU 24.334.81 Sungai Manggar antrean masih terus terjadi. Terlambatnya pengiriman BBM jenis Pertamax dan Pertalite membuat seluruh pengantre menyerbu stok premium. Antrean di SPBU Padang berlangsung tertib, masyarakat umum lebih banyak mengantre di sini. Aparat dari Polres dan Satpol PP turut berjaga untuk mengawasi jangan sampai masyarakat atau pengecer  yang ngisi BBM 'bolak-balik'.

Berbeda dengan SPBU Sungai Manggar, kondisi antrean tampak semrawut. Pengantre yang mayoritas didominasi oleh pengecer tampak berebutan mengisi premium, bahkan ada yang memotong dari depan.

Penanggungjawab SPBU Padang, Jumhari menyatakan banyaknya antrean dikarenakan masyarakat hanya bisa membeli premium. Sedangkan pertalite dan pertamax belum dikirim ke SPBU Padang.

"Kalau pasokan sudah normal, sejak dua hari belakangan ini. Antrean ini cuman karena pertamax sama pertalitenya belum datang saja, kalau datang Insyallah nanti sore dak seramai ini," ungkap Jumhari.

Mandor sapaan sehari-hari Jumhari menyatakan total pasokan premium di SPBU Padang pada Rabu (21/11/2018), berjumlah 24 kiloliter, pertamax 5 kiloliter, dan pertalite 10 kiloliter.

"Antrean ini panjang karena pengecer kita larang beli di sini, setidaknya sampai berjalan normal. Makanya konsumen yang biasa beli di pengecer sekarang semua menyerbu di sini," tambahnya.

Mobil pelayanan masyarakat seperti ambulan, mobil jenazah dan pemadam kebakaran serta mobil pemerintah berplat merah lainnya SPBU Padang memberikan kebijakan khusus. Mobil-mobil tersebut bisa langsung lewat depan, tanpa harus melalui antrean.

"Kalau itu tetap kita utamakan, mereka bisa lewat depan. Kita kan ada sudah perjanjian," ujarnya.

Pertamina Tambah Stok 104 Persen Lebih Banyak
Mengatasi kelangkaan BBM di Pulau Belitung, Pertamina terus melakukan penambahan persediaan BBM berupa produk Premium, Pertalite, Pertamax dan Solar. Sebanyak dua kapal dari Kilang Plaju dan Terminal BBM Tanjung Gerem melakukan pengiriman produk tersebut ke Jobber Pertamina Belitung yang mengangkut produk total 2.350 kiloliter untuk disalurkan ke 8 SPBU.
"Guna mengantisipasi peningkatan konsumsi BBM, Pertamina juga telah melakukan penyaluran BBM 104 persen melebihi rata-rata konsumsi harian normal yang biasanya 137 kiloliter per hari. Telah disalurkan sebanyak rata-rata 142.25 kiloliter," beber Region Manager Communication & CSR Pertamina Sumbagsel, Rifky Rachman Yusuf melalui rilis yang diterima Diskominfo Beltim, Rabu (21/11/2018).

Menurut Rifky, dalam empat hari ini Pertamina telah menyalurkan sebanyak 569 kiloliter Premium. Bahkan Hari Minggu yang semula tidak ada penyaluran, Pertamina tetap melakukan pengiriman Premium sebanyak 49 kiloliter ke seluruh SPBU di Pulau Belitung.

"Pertamina bekerja optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Jobber kami operasikan 24 jam dan pada hari libur pun tetap melakukan pengiriman," ungkapnya.

Selain premium, Rifky menyatakan, Pertamina juga telah menyediakan alternatif bahan bakar dengan angka RON yang lebih tinggi, seperti Pertalite dan Pertamax.

"Pertamina menghimbau untuk masyarakat dapat membeli BBM sesuai dengan spesifikasi kendaraan saat ini. Agar mesin kendaraan lebih awet dan mengurangi emisi gas buang juga. Sudah ada Pertalite dengan RON 90 dan Pertamax RON 92 sebagai alternatif BBM yang lebih baik. Pertamina akan terus berupaya optimal untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat," kata Rifky.

Pemkab Beltim Hanya Bisa Memonitor

Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Setda Beltim, Hendri Yani menyatakan bahwa Pemkab Beltim terus memantau kondisi kelangkaan BBM yang terjadi di Kabupaten Beltim. Namun ditekankannya jika Pemkab Beltim hanya bisa sebatas melakukan monitoring ketertiban umum.

Pengawasan penyaluran BBM di tingkat Kabupaten/Kota tidak bisa lagi dilaksanakan. Ditariknya kewenangan untuk minyak dan gas bumi tersebut lantaran adanya pasal 14 ayat 3 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

"Koordinasi pengawasan BPH Migas yang selama ini dilakukan antara Pemda dengan BPH Migas menjadi terhenti. Kewenangan pengawasan sekarang ada Inspektur Pengawas, cuman rentangnya terlalu jauh," jelas Kulok sapaan akrab Hendri.

Meski begitu, Pemkab Beltim tetap melakukan pemantauan ke beberapa SPBU dan APMS yang ada di Kabupaten Beltim. Tujuannya untuk memberikan laporan dan koordinasi kepada Pemerintah Provinsi dan BPH Migas tentang kondisi kelangkaan BBM yang terjadi.

"Pak Bupati melalui Sekda sudah memerintahkan Bagian Ekbang dan Satpol PP untuk terus memantau kondisi ini. Setelah hasil temuan di lapangan ini kita akan berkoordinasi dengan Provinsi dan BPH Migas serta Pertamina, aturan tentang pendistribusian itu di BPH Migas," jelas Kulok.

Lebih lanjut Mantan Kabag Tata Pemerintahan itu menekankan bahwa pendistribusian BBM sudah berjalan lancar. Masyarakat dihimbau untuk tidak panik dan sampai menimbun BBM.

"Sejak dua hari ini pasokan sudah lancer, Pertamina bahkan menambah jumlah pasokan. Kita himbau masyarakat untuk tenang dan jangan sekali-sekali menimbun BBM, mengingat ada sangsi hukum akan menanti," ujarnya. (@2!_HK)

Sumber : Diskominfo Beltim
Editor : H.K

Tidak ada komentar: