Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

PANGKALPINANG, INRADIOFM.COM - Sebagai Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kota Pangkalpinang menjadi etalase dunia luar untuk melihat dan mengukur kemajuan suatu daerah.

Persoalan sampah di Kota Pangkalpinang menjadi permasalahan serius yang harus dapat diatasi dengan segera mungkin dan ini merupakan salah satu agenda besar bagi Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kota untuk menjadikan pangkalpinang menjadi bersih dan sehat.

" Komitmen kita untuk menjadikan Pangkalpinang menjadi kota yang bersih dari sampah dan bersih dari hal - hal yang tidak enak dipandang mata," ujar Maulan Aklil, Walikota Kota Pangkalpinang, ketika berinteraksi bersama awak media Inradio saat program ' Cerudik ', Selasa (22/01/2019).

Ketersediaan infrastuktur menjadi tantangan kita bersama untuk menghadirkan wajah pangkalpinang yang nyaman, asri, dan bersih, semua hal tersebut dapat terwujud dengan dukungan masyarakat dan kesadaran yang tinggi dari masyarakat Pangkalpinang itu sendiri.

" Volume sampah masyarakat di Kota Pangkalpinang mencapai 160 sampai 200 ton perhari, solusi apa yang dapat kita lakukan ?,", ujar Maulan Aklil.

Solusi jangka pendek, Pemerintah Pangkalpinang telah melakukan penggandaan lahan di samping areal persampahan lama di daerah Parit Enam seluas lima ( 5 ) hektar sehingga dapat menampung sampah serta kedepan melakukan peningkatkan teknologi pengelolaan sampah tepat guna.

Kemudian, mengatasi permasalahan sampah, di tahun 2019 kita sudah ada rencana di setiap kelurahan dipersiapkan satu kontainer sampah, satu mobil, serta lima orang satgas sehingga target kita meraih adipura dapat tercapai.

"Kesadaran masyarakat sangat penting, harus diakui jujur, Pangkalpinang cukup parah, karena menanam kesadaran butuh proses, tapi kapan lagi kalau bukan sekarang, tolong masalah persampahan tanggung jawab kita bersama, skala prioritas sekarang," harap Walikota Maulan Aklil. (erwin).

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]