Sumber Informasi Terpercaya

Full width home advertisement

Live Streaming

PANGKALPINANG

HUMASPRO

BELTIM

BANGKA

BELITUNG

BANGKA TENGAH

BANGKA BARAT

Post Page Advertisement [Top]

SUNGAILIAT, BANGKA, INRADIOFM.COMPrestasi yang membanggakan baru saja diraih kembali oleh Dr. Darol Arkum dan Shulby Yozar Ariadhy, S.IP, MAP, M.Sc, Dosen STISIPOL Pahlawan 12.

Salah satu naskah penelitiannya diterima di Jurnal South East Asian Journal of Contemporary Business, Economics and Law (SEAJBEL). SEAJBEL merupakan salah satu jurnal bergengsi dan memiliki reputasi di Asia yang mempublikasi hasil penelitian para pakar di bidang ekonomi, bisnis dan hukum yang mempunyai impact factor yang tinggi.

Dijelaskan Dr.Darol Arkum selaku Ketua Stisipol Pahlawan 12, publikasi penelitian kali ini mengkaji pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pendapatan dengan menguji hipotesis Kuznets seorang begawan ekonomi dunia peraih nobel di bidang ekonomi yaitu Somon Kunets tahun 1971.

"Manuskrip penelitian ini melalui proses yang cukup panjang mulai dari tahapan penelitian, di submit ke SEAJBEL, setelah megalami berapa kali revisi dari reviewer, akhirnya baru diterima akhir dipublikasikan pada tahun 2019." ujar Darol Arkum,(28/1/2019) di Kampus Stisipol Pahlawan 12 Sungailiat  Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pria lulusan terbaik Universitas Gadjah Mada dan kelahiran Desa Tiram, Kecamatan Tukak Sadai Kabupaten Bangka Selatan 41 tahun yang lalu itu menyampaikan, hingga saat ini telah memiliki publikasi internasional sebanyak 6 jurnal. Jurnal terbaru ini merupakan jurnal keenam yang dipublikasi di SEAJBEL, dengan penulis kedua atau sebagai co-author Shulby Yozar Ariadhy.

Jurnal ini telah dibahas pada Konferensi Internasional di Kuala Lumpur Malaysia, sekaligus menjadi salah satu  pembicara pada acara Kuala Lumpur International Business, Economic and Law (KLIBEL) 2018, pada Desember 2018 yang lalu.

Diakuinya, Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Pahlawan 12 memiliki komitmen yang tinggi di bidang riset dan terus mendorong civitas akademikanya untuk menghasilkan jurnal-jurnal yang terindeks internasional.

"Secara kelembagaan kita terus berusaha meningkatkan kualitas dosen dengan menggelar pelatihan dan pemberian insentif bagi para dosen supaya mampu mendongkrak publikasi ilmiah di jurnal internasional terindeks khususnya Scopus," pungkasnya. (LA_HK)

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]