Sumber Informasi Terpercaya

Full width home advertisement

Live Streaming

PANGKALPINANG

HUMASPRO

BANGKA

BELITUNG

BELTIM

BANGKA TENGAH

BANGKA BARAT

BANGKA SELATAN

Post Page Advertisement [Top]

PANGKALPINANG, INRADIOFM.COM  - Prestasi inflasi di tahun 2018 telah meningkatkan optimisme untuk mengawal inflasi di tahun 2019 dimana target inflasi yang ditetapkan Pemerintah tetap berada pada rentang 2,5% - 4,5% (yoy).

Akan tetapi, risiko inflasi yang muncul dari kelompok bahan makanan dan transportasi perlu diantisipasi.

"Strategi pengendalian inflasi di tahun 2018 perlu dipertahankan dan ditingkatkan untuk mengawali inflasi di tahun 2019 dan tahun – tahun mendatang," ujar Tantan Heroika, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pengendalian inflasi tahun 2019 akan diawali dengan penguatan Roadmap Pengendalian Inflasi Bangka Belitung tahun 2019 – 2021 yang mengedepankan ketahanan cadangan pangan dan ekosistem tata niaga yang sehat.

Selanjutnya, penguatan koordinasi dan komitmen antar anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan Satgas Pangan perlu dipertahankan untuk mengefektifkan upaya pengendalian inflasi jangka pendek. Upaya pengendalian inflasi jangka panjang yang efektif juga akan dirumuskan agar dapat memecahkan permasalahan struktural inflasi di Bangka Belitung.


Penyusunan strategi jangka panjang ini juga akan mengacu pada arahan Presiden RI dalam Rakornas TPID tahun 2018 yang berfokus pada keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif. Bank Indonesia mengapresiasi kekompakan dan alur koordinasi sistematis yang dilakukan oleh TPID dan Satgas Pangan dalam pengendalian inflasi tahun 2018. Semoga di tahun 2019 kita dapat bersama – sama mempertahankan prestasi inflasi yang terkendali dan mengantarkan Bangka Belitung menyongsong era inflasi yang rendah dan terkendali.", ujar Tantan.

Selain sektor traspotrtasi yang mempengaruhi angka inflasi di Bangka Belitung pada bulan Desember, sektor  bahan makanan sub kelompok sayuran dan ikan segar memberikan andil inflasi bulanan sebesar 0,45% dan 0,22%.

Kenaikan inflasi pada kedua sub kelompok ini disebabkan adanya curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan gangguan panen sejumlah komoditas sayuran.

Selain itu, angin musim barat dan gelombang tinggi menyebabkan aktivitas melaut nelayan menjadi terganggu sehingga menyebabkan keterbatasan pasokan ikan segar. 

Secara tahunan tekanan inflasi di Bangka Belitung disebabkan oleh kelompok bahan makanan dengan andil inflasi tahunan sebesar 0,89% yang bersumber dari sub kelompok daging dan hasil – hasilnya (daging ayam ras).

Kemudian, kelompok transportasi,
komunikasi dan jasa keuangan juga perlu mendapat perhatian karena memberikan tekanan inflasi yang cukup besar dengan andil sebesar 0,53% dimana angkutan udara mendominasi sebagai penyumbang andil utama sebesar 0,23%.

Di sisi lain, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau memberikan tekanan inflasi sebesar 0,68%. Rokok kretek filter menjadi penyumbang utama kenaikan inflasi dari sub kelompok ini yang disebabkan oleh kenaikan tarif cukai rokok pada tahun 2018 dengan kenaikan rata – rata sebesar 10,04% dari seluruh jenis rokok. ( erwin  ).

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]