Disbudpar Babel Diskusikan Pengembangan Pariwisata Babel Dengan Stakeholder - INRADIOFM.COM

Berita Terbaru

Live Streaming

Kamis, Februari 14, 2019

Disbudpar Babel Diskusikan Pengembangan Pariwisata Babel Dengan Stakeholder

PANGKALPINANG, INRADIOFM.COM - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kepariwisataan, di Rumah Panggung Bangka Botanical Garden (BBG), Air Itam, Pangkalpinang, Rabu, 13 Februari 2019 kemarin.

Dalam FGD itu, Disbudpar Babel mengajak para pemangku kepentingan atau para pelaku dan pengamat pariwisata yang berasal dari pemerintah, maupun swasta, mendiskusikan isu-isu strategis kepariwisataan yang sedang berkembang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Nantinya isu-isu yang telah dihimpun, akan disusun sebagai materi yang akan disampaikan kepada Staf Khusus Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hermawan Kertajaya. Hermawan direncanakan datang ke Pangkalpinang pada pertengahan bulan ini.

Kepala Disbudpar Babel, Rivai membuka acara dengan memberikan paparan singkat terkait dengan isu-isi strategis kepariwisataan Bangka Belitung secara umum. Dalam paparanya, Rivai mengatakan bahwa untuk membangun dan mengembangkan pariwisata Bangka Belitung, dibutuhkan sinergitas dari semua pihak terkait.

"Membangun dan mengembangkan pariwisata ini adalah suatu yang besar dan kompleks. Tidak bisa kita jalan sendiri-sendiri. Harus ada sinergitas positif yang kuat dari semua pihak terkait," kata Rivai.

Johnnie Sugiarto yakni pendiri Yayasan El John Indonesia sekaligus pengamat pariwisata mengatakan bahwa pergeseran zaman telah menciptakan perubahan dari analog ke digital, termasuk dalam industri pariwisata.  

"Zaman sekarang semua serba digital. Sudah banyak wisatawan yang menggunakan cara transaksi digital. Kita harus bisa menyesuaikan kebutuhan mereka, agar mereka merasa diterima dan senang berwisata di negara kita," kata Johnnie.

Djohan Riduan Hasan mewakili GIPI (Gabungan Indistri Pariwisata Indonesia) mengatakan bahwa pertumbuhan pariwisata Bangka Belitung membutuhkan booster yang kuat.

"Tanpa booster yang kuat pariwisata Babel akan sulit tumbuh. Kita juga harus menentukam daya saing pariwisata kita seperti apa," kata Djohan.

Selaku pengusul KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Pariwisata, Djohan berpendapat bahwa KEK merupakan tool untuk bersaing secara secara global.

"KEK ini adalah semacam tool atau kesempatan yg diberikan pusat untuk berkompetisi secara global, karena ade 2 keuntungan buat daerah kita, yakni fiskal dan infrastruktur.krn ada 2 benefit, yaitu fiskal dan insfrqstruktur," katanya.

Selanjutnya, perwakilan UBB (Universitas Bangka Belitung), Sumiyati menyampaikan bahwa media memiliki peranan besar dalam kepariwisataan.

"Yang paling berpengaruh dalam pengembangan pariwisata adalah media. Ini merupakan hasil penelitian yang sudah dituangkan dalam buku. Bahwa media, terutama digital," kata Sumiyati.

Sementara pihak maskapai pun, melalui perwakilannya, Solpa Puji Harsagi, Branch Manager Garuda Indonesia untuk Pangkalpinang menyatakan siap mendukung upaya promosi pariwisata.

"Kami siap mendukung. Kami juga ingin lebih banyak menampilkan potensi-potensi pariwisata Bangka Belitung, melalui media-media promosi kami," kata Puji.

Undangan lainnya juga menyampaikan perihal yang berkaitan dengan perkembangan kepariwisataan, sesuai dengan bidang mereka masing-masing.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Bangka Belitung, Yan Megawandi yang hadir pada saat diskusi menyampaikan 4 poin penting dalam pengembangan kepariwisataan.

"Ada 4 poin penting yang harus dilakukan dalam kalau kita ingin mengembangkan patiwisata Bangka Belitung, yakni bagaimana membuat destinasi, bagaimana cara memasarkannya, bagaimana kelembagaan kepariwisataannya dilakukan, dan apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas sdm untuk pariwisat," kata Yan.

Yan juga mengatakan bahwa keempat poin tersebut modal menggerakkan pariwisata Bangka Belitung.

"Keempat poin ini sudah sering kita bahas. Apapun kajiannya, apapun metodenya, yang pedoman ya cukup 4 poin ini. Karena ini modal kita untuk menggerakkan pariwisata," katanya lagi.

Usai diskusi, acara ditutup dengan makam siang. Hasil diskusi yang telah dihimpun dan disusun, selanjutnya akan disampaikam kepada Hermawan Kertajaya yang direncanakan hadir di Pangkalpinang pertengahan bulan ini.

Penulis dan foto: Ernawati Arif (Disbudpar Babel)

Tidak ada komentar: