Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

PANGKALPINANG, INRADIOFM.COM - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Perangkat Daerah Bidang Pariwisata dan Kebudayaan, yang berlangsung selama 2 (dua) hari, 14-15 Februari 2019, di Bangka City Hotel Pangkalpinang.

Rakor ini menjadi media komunikasi strategis bagi terwujudnya perencanaan yang terpadu, efektif, dan berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain itu, rakor ini juga dilakukan dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) 2019, dan persiapan penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2020.

Dalam RKPD tersebut, pengembangan pariwisata menduduki urutan kedua untuk prioritas pembangunan daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2020.

Untuk itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rivai meminta agar para peserta dapat memanfaatkan rakor dengan sebaik-baiknya.

"Rakor Kebudayaan dan pariwisata ini rutin diselenggarakan tiap tahun. Saya minta agar setiap peserta mengikuti rakor ini dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya," tegasnya.

Rivai juga mengatakan, jika hasil rakor itu akan berpengaruh pada pengembangan pariwisata dan kebudayaan di Bangka Belitung.

"Rakor ini sangat penting, untuk mewujudkan suatu perencanaan pariwisata dan kebudayaan yang terpadu dan efektif. Yang nantinya menjadi acuan mekanisme pelaksanaan program/kegiatan terkait pengembangan kepariwisataan kita," katanya.

Ada 3 materi yang dipaparkan pada rakor, yakni Arah Pembangunan Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar Babel), Mekanisme Penganggaran (Bakeuda Babel), serta Kebijakan Pembangunan Pariwisata (Bappeda Babel).

Salah seorang narasumber Rakor, Kepala Sub Bidang Perekonomian dan SDA, Badan Perencanaan Pengembangan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappeda) Kepulauan Bangka Belitung, Ismonohadi Yonoutomo, meminta pada semua pihak yang terkait didalam rakor ini dapat menghasilkan data yang terbaharui, karena ia menilai data itu sangatlah penting.

"Kalau saya boleh berpesan, saya minta agar semua pihak dapat menghasilkan data yang paling baru. Penganggaran dilakukan berdasarkan data. Selain itu, data lah yang paling pertama ditanya ketika kami mengikuti FGD di pusat," kata Ismono.

Selain itu, menurutnya hal penting lainnya adalah tentang pemetaan pengembangan kawasan wisata mana yang akan dikembangkan di provinsi kepulauan Bangka Belitung ini.

"Satu lagi yang sangat penting dalam pengembangan pariwisata dan kebudayaan, yakni lokasi. Kabupaten/kota harus menentukan dimana lokasi wisata yang mau dikembangkan," katanya.

Selain paparan materi, para peserta juga melakukan diskusi per desk, sesuai dengan bidangnya masing-masing. Yaitu, bidang kebudayaan, pemasaran pariwisata, bidang SDP, Ekraf, dan kelembagaan kepariwisataan, serta bidang destinasi wisata. Setiap bidang kerja ini menjelaskan apa yang bisa dilakukan dan tidak, terhadap rencana usulan kegiatan dari kabupaten/kota. Sehingga, hasil diskusi nantinya dapat berjalan selaras.

Kedepannya, hasil rakor tersebut akan menjadi materi pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan selanjutnya akan difinalisasi di tingkat pusat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) Nasional, pada Mei mendatang.

Rakor diikuti oleh instansi pemerintah terkait di Kabupaten/kota di Bangka Belitung, sebanyak kurang lebih 60 orang.

Penulis dan foto: Ernawati Arif (Disbudpar Babel)
Editor: HK (In Radio)

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]