Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

PANGKALPINANG, INRADIOFM.COM - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Bangka Belitung mencatat, masih cukup tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Provinsi ini, meskipun dari segi jumlah penduduknya belumlah sebanyak kota - kota besar lain di Indonesia.

"Data 2018 kemarin, 3 jenis narkotika berhasil kita ungkap. Sabu - sabu ada hampir 3 kilo, ganja 60 gram, dan ekstasi 75 butir. Dengan beragam modus, ada sengaja dibawa langsung dari Aceh, Palembang melalui pelabuhan bahkan lewat jalur udara," ungkap Evon, Kabid Pencegahan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Bangka Belitung, saat diwawancarai oleh tim Cerudik In Radio, Kamis (7/2/2019) malam lalu.

"Sedang untuk pengedar dan kurir narkoba. Ada dari warga Aceh, Madura, ada yang suami istri, adik kakak. Dan terakhir kita amankan, orangtua masih didalam rumah dan dari anaknya berhasil kita amankan lebih kurang 500 gram narkoba," ujarnya.

Saat dikonfirmasi mana saja daerah yang paling rawan terhadap peredaran narkoba di Babel selama ini, Evon mengungkapkan jika berdasarkan pengamatan oleh pihak BNNP Babel dalam beberapa tahun belakangan ini, daerah - daerah yang memiliki akses terdekat ke pelabuhan laut, dan bahkan bandar udara, yang merupakan daerah paling rentan sebagai jalur masuknya narkoba ke Bangka Belitung.

"Untuk sebuah daerah kita anggap rawan, ada jalur masuk didaerah tersebut. Pertama itu bandara, kedua pelabuhan laut. Contoh di Tanjung Kalian Muntok. Ini pintu masuk dari Sumatera kewilayah kita. Seperti bandara juga, ini tempat strategis bagi bandar mengirim narkoba lewat jasa penitipan barang," ungkapnya.

"Seperti yang kemarin, kita berhasil menggagalkan pengiriman narkoba, modusnya dengan cara memasukkan narkoba kedalam kotak susu yang rencananya akan dikirimkan ke beberapa penerima yang berbeda, melalui jasa penitipan barang," tambahnya. (AB_HK)

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]