Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

PANGKALPINANG, INRADIOFM.COM - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sudarman, mengingatkan warga agar berhati-hati ketika ingin berinvestasi. Apalagi ada iming-iming mendapatkan keuntungan besar. Sebab, keuntungan yang tidak wajar berpotensi akan merugikan.

Saat ini, penawaran investasi beragam dan berbagai cara baik melalui medsos maupun media mainstream. Trik yang digunakan pun beragam, mulai dari persentase keuntungan tinggi, persyaratan yang mudah dan cepat, dan tidak adanya jaminan.

"Perhatikan dulu legalitas perusahaan tempat berinvestasi. Jangan mudah percaya dengan iklan yang disampaikan public figure, karena ini menjadi strategi menarik minat berinvestasi," kata Kadiskominfo Sudarman, Rabu (27/2/2019).

Untuk mencegah masyarakat mengalami kerugian akibat investasi 'bodong', perlu ada edukasi. Kadiskominfo Sudarman menambahkan, langkah-langkah edukasi sangat efektif. Kemudian memantauan kegiatan investasi ilegal.

Saat ini, fintech peer-to-peer lending terdaftar di OJK berjumlah 99 perusahaan. Sedangkan fintech peer-to-peer lending ilegal berjumlah 635 entitas. Banyaknya fintech peer-to-peer ilegal dikarenakan pelaku mudah membuat aplikasi.

"Pelaku fintech peer-to-peer lending ilegal tidak hanya menggunakan Google Play Store untuk menawarkan aplikasi, tapi juga link unduh yang disebar melalui SMS atau dicantumkan dalam situs milik pelaku," jelas Kadiskominfo Sudarman.

Menyinggung mengenai kasus-kasus investasi di Bangka Belitung, ada yang namanya BitCoin. Akibat investasi itu, kerugian yang diderita masyarakat mencapai angka Rp2 triliun. Saat ini kasus tersebut sedang ditindaklanjuti Polda Babel.

"Ada juga transaksi penjualan obligasi. Konfirmasi dari pengawas pasar modal OJK, kegiatan marketing tersebut belum dilaporkan ke OJK pusat," kata Kadiskominfo Sudarman. (Huzari)

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]