Sumber Informasi Terpercaya

Full width home advertisement

Live Streaming

PANGKALPINANG

HUMASPRO

BELTIM

BANGKA

BELITUNG

BANGKA TENGAH

BANGKA BARAT

Post Page Advertisement [Top]

PANGKALPINANG, INRADIOFM.COM - Bangka Belitung bakal memiliki dua kawasan ekonomi khusus (KEK) baru yakni Tanjung Gunung dan Sungailiat. KEK baru ini diyakini dapat mendorong kunjungan wisatawan sebanyak satu juta ke Bangka Belitung tiap tahunnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, mengatakan potensi devisa yang bakal masuk dari kunjungan satu juta wisatawan ini mencapai USD 1 miliar per tahun.

"Di Tanjung Gunung saja bisa 500.000 sampai satu juta wisatawan sendiri," ujarnya saat ditemui di KEK Tanjung Gunung, Bangka Belitung, kemarin.

Dia melanjutkan potensi investasi dari dua KEK ini mencapai rata-rata Rp 5 triliun. "Kita harapkan tema berbeda. Tanjung gunung MICE. Di sana (Sungailiat) resort. Itu akan saling melengkapi," ucapnya.

Guna menarik wisatawan, Menteri Arief menyarankan pengelola Tanjung Gunung untuk bisa membuat landmark berupa theme park. "Seperti Mandalika bisa menarik motoGP. Dan itu sudah diterima pak presiden, final." ungkapnya.

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, menambahkan ada dua tantangan yang harus dipecahkan pengelola dua KEK ini. Pertama, masalah pembebasan lahan. Kedua, mengubah budaya masyarakat.

"Saya percaya begitu mereka (pengelola Tanjung Gunung) sudah tuntas urusannya (pembebasan lahan) dengan PT Timah, karena ini kuasa pertambangan PT Timah, begitu dia selesai kita akan proses." tegasnya.

"Selain itu, budaya orang Bangka Belitung itu petambang. Bagaimana mempengaruhi orang untuk siap melayani itu tema sendiri," tambahnya.

Presiden Joko Widodo memastikan jika permasalahan lahan dua KEK ini bisa diselesaikan, dirinya akan segera menandatangani peraturan yang menjadi payung hukumnya.

"Sedang diproses. Tadi baru di tanya ke menko ekonomi. Masih ada urusan pembebasan lahan. Nanti selesai masuk, kita tanda tangan. Secepat cepatnya. Karena peminat masuk sana sudah ada." terangnya. (Merdeka_HK)

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]