Sumber Informasi Terpercaya

Full width home advertisement

Live Streaming

PANGKALPINANG

HUMASPRO

BELTIM

BANGKA

BELITUNG

BANGKA TENGAH

BANGKA BARAT

Post Page Advertisement [Top]

Manggar, Beltim, INRADIOFM.COM – Persoalan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), dinilai masih berkutat seputar dengan data di lingkup internal OPD. Untuk itulah konsep pengentasan kemiskinan dan basis data antar OPD harus disinergikan terlebih dulu.

"Kita gak usah ngomong penganggarannya, itu urusan akhir. Yang harus kita selesaikan dulu persoalan basis datanya. Masalah yang di hulunya dulu, baru hilir," tegas Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Beltim, Burhanudin saat menutup Sosialisasi dan Pelatihan Pelatihan Sistem Perencanaan, Pengganggaran, Pemantauan, Evaluasi dan Analisis Kemiskinan Terpadu (SEPAKAT), di Ruang Badan Rapat Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah, Kamis, (11/4/2019).

Aan, sapaan akrab Burhanudin menekankan basis data untuk tupoksi pengentasan kemiskinan di tiap OPD harus terhubung terlebih dahulu dengan SEPAKAT. Tujuannya agar solusi penyelesaian masalah kemiskinan dapat diperoleh.

"Satu contoh saja misalnya di bidang pendidikan, baik di SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Kita lihat saja bagaimana selisih pendapatan lulusan itu, kan gak jauh beda. Nah itu yang akan berimplikasi terhadap motivasi individu untuk bersekolah," jelas Aan.

Menurutnya persoalan selisih gaji tersebut, bisa menjadi dasar salah satu penyebab tingginya angka putus sekolah di Kabupaten Beltim. Permasalahan itu pula nantinya berkaitan dengan permasalahan ketenagakerjaan, di mana kemampuan orang putus sekolah sangat rendah.

"Semua rentetan masalah ini sama dan punya mata rantai yang berkaitan. Nah itu dulu yang harus kita fokuskan untuk cari solusinya," ujar Aan. (@2!_HK)

Sumber: Diskominfo Beltim

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]