Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

PANGKALPINANG, INRADIOFM.COM - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Disbudpar Babel), selenggarakan kegiatan Penyusunan Paket Wisata Bangka Belitung, pada hari Senin-Selasa, 1-2 April 2019, di Hotel Bangka City, Pangkalpinang.

Dalam kegiatan ini, mengundang 30 (tiga puluh) orang peserta yang berasal dari instansi pemerintah, pengelola daya tarik wisata, dan biro perjalanan yang ada di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka Tengah, dan Kabupaten Bangka Selatan.

Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Disbudpar Babel, Rivai. Dalam sambutannya, Rivai menjelaskan, bahwa perkembangan teknologi informasi berdampak kepada pembangunan kepariwisataan.

Melalui kegiatan ini, Disbudpar ingin berupaya untuk membangun komunikasi antara ketiga element tersebut, agar dapat tercipta sinergi membangun satu sama lainnya dalam rangka penyusunan paket wisata di Kabupaten/Kota terkait.

Disamping itu, Disbudpar Babel juga ingin mengupayakan pemerataan kunjungan pariwisata, dengan mengajak perwakilan Kabupaten/Kota untuk mendefinisikan permasalahan terkait pembuatan paket wisata, dari daya tarik wisata (DTW) yang ada.

"Hendaknya Kabupaten/Kota terkait, dapat mengusungkan DTW yang berbeda satu sama lainnya. Sehingga, antara satu Kabupaten/Kota dengan yang lainnya, memiliki daya tarik yang berbeda, yang kemudian akan membuat para wisatawan tertarik untuk mengunjungi semua kabupaten/kota tersebut," ujarnya.

"Saat ini kita memasuki era revolusi industri 4.0, bahkan di negara lain ada yang sudah sampai 5.0. Hampir semua aspek mengalami transformasi menuju digital industri, seperti penggunaan platform digital. Mulai dari pengembangan destinasi, pemasaran, hingga pengelolaan kelembagaan pariwisata," jelasnya.

Rivai mengatakan bahwa baik atraksi maupun daya tarik wisata saat ini dituntut bersifat instagramable.

"Saat ini, semua atraksi atau daya tarik wisata dituntut harus memiliki nilai instagramable, atau dengan kata lain harus bisa atau layak untuk dibagikan ke profile instagram dalam bentuk foto atau pun video. Hal iin berkembang di hampir semua destinasi di seluruh dunia dan berlaku disemua aplikasi media sosial," katanya.

Sementara Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Disbudpar Babel menjelaskan, bahwa keterpaduan merupakan prinsip utama dalam pembangunan pariwisata.

"Ada hal yang paling penting untuk tetap dipahami, yaitu prinsip utama dalam membangun atau mengembangkan pariwisata adalah keterpaduan. Oleh karena itu, hari ini kami mengumpulkan berbagai elemen dalam rangka menyusun atau mengembangkan paket wisata," jelas Rusni.

Rusni juga menambahkan bahwa pembangunan kepariwisataan harus berpedoman pada aturan yang berlaku.

"Perlu saya sampaikan juga bahwa ada koridor-koridor yang sudah ditetapkan menjadi pedoman pembangunan kepariwisataan, baik di tingkat nasional mau pun provinsi, dan kabupaten/kota. Untuk provinsi ada Perda No. 7 Tahun 2016 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2016-2025," tambahnya.

Dalam kegiatan ini terdapat 3 (tiga) pemaparan materi. Ketiga materi yang disampaikan, yakni:
Kebijakan Pengembangan Destinasi Pariwisata Babel berdasarkan Keunggulan Potensi Daerah (Titin Fatimah, Tim Percepatan Pembangunan Pengembangan Kawasan Kepariwisataan di Bangka Selatan (Ir. Ina Herliana, M.Sc), Potensi Wisata Bawah Laut (Dr. Mualimah Hudatwi).

Materi disampaikan secara panel, diikuti diskusi. Selain itu, juga ada sesi Expose Pengelola DTW, dimana para pengelola di Daya Tarik Wisata memberikan paparan terkait DTW yang dikelola.

Dari berbagai masukan atau pun saran yang dihimpun, diharapkan setiap kabupaten/kota, baik dari instansi pemerintah, pengelola DTW, mau pun biro perjalanannya dapat saling bekerjasama mengidentifikasi bagaimana menyusun paket wisata yang menarik. (Ernawati Arif_HK)


Penulis : Ernawati Arif 

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]