Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

MALAYSIA, INRADIOFM.COM - Isu kesehatan merupakan salah satu permasalahan yang harus menjadi perhatian dalam perencanaan kota. Permasalahan ini bersifat kompleks dan melibatkan banyak pemangku kepentingan. Untuk itu, pemerintah, akademisi, pihak swasta, serta aktor lainnya perlu bekerja sama dalam rangka mengatasi permasalahan yang ada.

Hal ini menjadi tema pokok pembahasan dalam Wokshop "Health in Urban Planning; integrating health into Urban Planning Towards SDGs in Developing Countries", yang diselenggarakan oleh Kyoto University yang bekerja sama dengan University Selangor, Malaysia dan Asia Pacific Network pada tanggal 3-5 April 2019 bertempat di Shah Alam, Selangor, Malaysia.

Kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari 9 (sembilan) negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk Shulby Yozar Ariadhy yang merupakan Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIPOL) Pahlawan 12 Sungailiat Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pada workshop tersebut, Shulby Yozar mempresentasikan kasus tentang perilaku buang air besar sembarangan (Open Defecation Behavior) atau ODB menjadi salah satu permasalahan pembangunan kesehatan di Kabupaten Bangka.

"Perilaku buang air besar sembarangan (BABS) atau Open Defecation Behavior di Kabupaten Bangka masih menjadi pekerjaan rumah pembangunan daerah yang harus diselesaikan. Hal ini bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah namun juga pihak lain seperti masyarakat dan pihak swasta" ujar Shulby Yozar dihadapan para peserta yang lain.

Lebih lanjut Shulby Yozar menguraikan, kerja sama multi pihak ini menjadi penting karena adanya keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Selain itu lanjutnya, buang air besar sembarangan juga merupakan permasalahan yang disebabkan oleh kebiasaan atau perilaku yang berlaku pada satu komunitas. Untuk itu katanya tanpa adanya perubahan perilaku masyarakat, maka intervensi kebijakan pemerintah tidak akan berjalan dengan efektif.

"Perlu ada inisitif yang lebih komprehensif dalam menyelesaikan permasalahan open defecation behavior di Kabupaten Bangka. Tidak perlu selalu menunggu peran pemerintah," ungkap Shulby Yozar.

Dikatakan Shulby kembali, buang air besar sembarangan akan membawa dampak kesehatan dan sosial tidak hanya dalam skala kecil namun juga pada tingkat yang lebih luas.

"Semua pihak perlu peduli terhadap permasalahan ini" pungkas Shulby Yozar. (LA_HK)

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]