Sumber Informasi Terpercaya

Full width home advertisement

Live Streaming

PANGKALPINANG

HUMASPRO

BELTIM

BANGKA

BELITUNG

BANGKA TENGAH

BANGKA BARAT

Post Page Advertisement [Top]

PANGKALPINANG, INRADIOFM.COM – Ketersediaan pangan di Bangka Belitung masih cukup. Dan, pelaksanaan bazar, serta operasi pasar menjelang bulan Ramadhan, hari besar keagamaan pun sudah dimulai. Diharapkan, hadirnya bazar dan operasi pasar ini, dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan komoditi pangan dengan harga yang terjangkau.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Ketersediaan Pangan, Dinas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sri. Selama ini Sri memprediksikan, kebutuhan pokok beras di Babel hanya 87 ton per tahun.

"Alhamdulilah kalau kesediaan stock Babel sudah cukup. Kalau kita prediksi, pertahunnya Babel hanya butuh 87 ton beras, dan untuk ketersediaan untuk saat ini sudah 146 ton. Dan untuk bazar ini kita ambil beras dari daerah kita (beras lokal), dalam rangka mensejahterakan petani lokal," terang Sri.

Sri mengatakan, dalam bazar dan operasi pasar ini pihaknya mengambil beras dari petani lokal, agar dapat turut mensejahterakan para petani di daerah. Selain itu, pihaknya pun memasarkan produk petani lokal ini sesuai dengan harga pasar, agar dapat terjangkau oleh masyarakat.

Sri menambahkan, di tahun 2019 pihaknya akan melaksanakan kegiatan bazar dan operasi pasar sebanyak sepuluh kali, dimana pada Bulan April ini akan dilaksanakan sebanyak empat kali. Dan akan lebih difokuskan di area kota Pangkalpinang dan Sungailiat.

Komoditi yang dibazarkan seperti beras, tepung terigu, minyak goreng, gula, daging kerbau beku, daging sapi, daging ayam, telur, cabai, bawang merah, bawang putih, kentang, tomat, bawang bombay, serta produk-produk UMKM.

Mengenai kestabilan harga, Sri mengatakan, harga-harga masih cukup stabil. "Beras dari Bulog yang medium Rp.9000, dan Premium nya Rp. 11.000. kalau dari pasar sudah Rp. 13.100. dengan selisih 2000-3000 sudah lumayan," imbuhnya.

"Sedangkan untuk komoditas daging ayam dipasaran bersih seharga 37 ribu, namun di bazar seharga 35 ribu. Kemudian kalau daging bulatnya dipasar 35 ribu, di bazar hanya 30 ribu," lanjut Sri.

Selain itu, Dinas Pangan juga memiliki program ketersediaan pangan untuk masyarakat yang rawan ketersediaan pangan, yaitu berupa bantuan sosial paket sembako langsung, secara cuma-cuma yang diadakan setiap tahunnya. Sedangkan, program kawasan mandiri pangan, untuk memacu produksi, hingga ke pemasarannya yang didukung dari dana APBN dan APBD.

Rencananya, pada tanggal 30 April nanti, akan diadakan bazar selanjutnya pada acara Pencanangan Bakti Sosial Kesehatan TNI dan BKKBN di Pemali. (Kh_HK)

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]