Sumber Informasi Terpercaya

Full width home advertisement

Live Streaming

PANGKALPINANG

HUMASPRO

BELTIM

BANGKA

BELITUNG

BANGKA TENGAH

BANGKA BARAT

Post Page Advertisement [Top]

Sungailiat, BANGKA,  INRADIOFM.COM – Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIPOL) Pahlawan 12 Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendapatkan perkuliahan tentang bahayanya stunting dalam kesehatan bermasyarakat. Stunting yang dijadikan tema utama dalam proses perkuliahan tersebut, materinya disampaikan oleh Diah Asrina dari Bappeda Kabupaten Bangka yang menjadi dosen tamu, Kamis (18/4/2019).

Diah dalam paparannya menjelaskan, sejauh ini kasus stunting di Kabupaten Bangka semakin menurun. Angka stunting di Kabupaten Bangka terus menurun. Hal ini terlihat pada tahun 2013 lalu mencapai 32,37 persen terdapat di 10 desa dan di tahun 2019 ini menurun menjadi 13 persen terdapat di lima desa tersebut. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 100 hari pertama kehidupan (HPK)/balita pendek.

"Stunting mempengaruhi pertumbuhan anak dan perkembangan otak. Anak stunting juga memiliki resiko lebih tinggi mengalami penyakit kronis di masa dewasa. Bahkan stunting dan mal nutrisi diperkirakan berkontribusi terhadap berkurangnya 2-3 % produk domestik bruto (PDB) setiap tahunnya. Semoga kedepannya tidak ada lagi kasus stunting di Kabupaten Bangka," ungkap Diah di hadapan para mahasiswa.

Diuraikannya juga, sekitar tahun 1990, kasus kematian banyak disebabkan penyakit menular. Sementara, di tahun 2015, kematian banyak disebabkan oleh penyakit tidak menular, seperti stroke dan juga stunting. Untuk stunting, diakui Diah banyak sekali faktornya seperti menikah di usia muda, kurang asupan gizi, dan lain sebagainya.

"Perilaku hidup sehat dan bersih harus diterapkan di setiap waktu, apalagi bagi pekerja. Untuk di Kabupaten Bangka pegawai di pemerintahan yang mempunyai jam kerja dari pagi sampai sore hari, dianjurkan untuk melakukan gerakan hidup sehat atau Germas seperti setiap pukul 10.00 dan pukul 14.00 WIB untuk melakukan peregangan otot jangan bekerja terus di depan komputer atau lainnya sehingga mengabaikan kesehatan. Ini harus diterapkan dan sudah ada juga Surat Keputusan Bupati Bangka terkait hal ini," ungkap Diah.

Diah Asrina yang juga pegawai Bappeda Bangka ini menjelaskan kembali, isu stunting merupakan salah satu isu Nasional, dan Kabupaten Bangka sangat konsen dan peduli dengan kasus yang banyak menimpa anak-anak ini. Apalagi Pemerintah Kabupaten Bangka dalam visi misinya, yakni Bangka Setara (Sejahtera dan Mulia) sangat peduli untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga semakin baik dan mampu bersaing.

"Perlu support untuk terintegrasinya program penurunan stunting yang sangat diperlukan konvergensi percepatan penurunan stunting yaitu intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu dan bersama-sama mensasar kelompok sasaran prioritas yang tinggal di desa untuk mencegah stunting. Masyarakat juga perlu pemahaman yang jelas terkait stunting ini," ujarnya.

Sementara itu, dosen STISIPOL Pahlawan 12 Bangka dan juga Wakil Ketua II bidang akademi dan Riset, Shulby Yozar Ariadhy yang turut hadir dalam proses perkuliahan tersebut mengatakan mahasiswa STISIPOL Pahlawan 12 diberikan perkuliahan menegnai stunting, diharapkan bisa lebih peka dan memahami betul mengenai stunting dan bisa membantu pemerintah untuk memberikan edukasi terkait kasus ini.

"Nanti mereka akan terjun ke masyarakat dan harus siap membantu pemerintah dan masyarakat dengan ilmu yang di dapat selama di bangka kuliah. Apalagi dengan kasus stunting ini, mahasiswa diharapkan bisa mengedukasi mulai dari keluarga, lingkungan kampus dan masyarakat," katanya.

Salah seorang mahasiswa, Anthony Lee Mega Satria mengatakan dirinya bersama teman-teman satu jurusan sangat beruntung sekali mendapatkan pelajaran tentang stunting dari dosen tamu.

"Kita semakin memahami apa itu stunting, apa penyebabnya, dan bagaimana cara  mengatasinya. Nanti dengan ilmu yang kita dapat kita bisa menyampaikan informasi yang jelas kepada keluarga, dan juga masyarakat untuk lebih memahami apa itu stunting," ungkap Anthony.

Kegiatan perkuliahan yang membahas masalah stunting diisi juga diskusi dan tanya jawab dari mahasiswa kepada dosen tamu. (LA_HK)

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]