Sumber Informasi Terpercaya

Full width home advertisement

Live Streaming

PANGKALPINANG

HUMASPRO

BELTIM

BANGKA

BELITUNG

BANGKA TENGAH

BANGKA BARAT

Post Page Advertisement [Top]

JAKARTA, INRADIOFM.COMPembatasan penggunaan sosial media oleh pemerintah membuat masyarakat serentak menggunakan virtual private network (VPN) untuk mengembalikan akses internet. Namun, apakah penggunaan VPN dalam transaksi perbankan aman.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan sejauh ini transaksi digital perbankan masih berjalan aman tanpa kendala sebagai imbas dari penggunaan VPN.

"Transkasi perbankan dan digital economy berjalan lancar dan aman," kata Perry saat ditemui di Mesjid Kompleks Gedung BI, Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso mengatakan belum ada masalah dalam penggunaan VPN. "Tidak apa-apa (pakai VPN)," ujarnya.

Sebelumnya,Pengamat Cyber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya menjelaskan secara mudah agar hal tersebut tidak salah kaprah. Menurutnya, VPN itu ibarat memakai server proxy atau wifi gratisan. Sehingga, jika VPN tersebut memperbolehkan mengakses, maka itu akan mudah.

"Kalau sistem internet banking sudah pakai https (http secure) ya. Artinya sudah dienkripsi sekalipun di tap itu datanya terenkripsi dan tidak bisa di baca," jelas Alfons ketika dihubungi Merdeka.com, Jumat (24/5/2019).

Bahkan, kata Alfons, internet banking sudah memaksakan menggunakan TFA / OTP sehingga kalaupun terjadi kebocoran kredensial tidak akan bisa transaksi karena membutuhkan konfirmasi OTP dari token.

"Yang perlu diwaspadai adalah layanan yang menggunakan teknologi jadul tanpa enkripsi. Karena hanya mengandalkan password dan PIN itu sama saja setor nyawa kalau di tapping ketahuan semua," jelasnya.

Meski begitu, Alfons tetap menyarankan untuk menghindari penggunaan VPN abal-abal. Berbeda jika menggunakan VPN yang berbayar. [HK]

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]