Sumber Informasi Terpercaya

Full width home advertisement

Live Streaming

PANGKALPINANG

HUMASPRO

BELTIM

BANGKA

BELITUNG

BANGKA TENGAH

BANGKA BARAT

Post Page Advertisement [Top]


Manggar, Beltim, INRADIOFM.COM – Tiga hari mengunjungi Pulau Belitung, dua anggota tim penilai atau assessor untuk UNESCO Global Geopark (UGGp) menyatakan punya kesan yang mendalam dengan Pulau Belitung. Bukan hanya keunikan, keindahan alamnya dan budaya saja, namun juga dengan antuasiasme, keramahan masyarakat serta masakan khas yang disajikan.

Kedatangan assessor, yakni Andreas Schueller dan Jean Simon Pages ke Pulau Belitung adalah untuk menilai dan mencatat kesiapan Geopark Nasional Belitong untuk menjadi Geopark Dunia. Kedatangan ini sekaligus merupakan pengalaman pertama mereka bagi mereka berdua, mengingat sebelumnya belum pernah menginjakkan kakinya ke Indonesia.

"I love fish so much, so it's like a heaven for me to come here. Warm welcome and friendly people, it's landscape is beautiful, nice climate and you have a many-many chances to success developing tourism in your island. (Saya sangat suka ikan, jadi rasanya seperti di surga bagi saya saat datang ke sini. Sambutan yang hangat dan masyarakat yang ramah. Panorama yang indah, cuaca yang baik dan pulau kalian punya banyak kesempatan untuk pengembangan pariwisata," puji Andreas saat memberikan sambutan di Rumah Makan Vega Manggar, Kamis (27/6/2019).

Namun lebih dari itu, kesan paling mendalam yang dirasakan pria asal Jerman ini adalah melihat semangat yang tinggi dari seluruh elemen masyarakat Pulau Belitung untuk memperoleh status UGGp. Hal itu dirasakannya dari dukungan dan sambutan yang diterimanya saat mengunjungi seluruh geosite yang ada.

"The most thing what I love to see is so many people who are heavily strongly commited to the geopark. Their enthusiasm is realy fantastic to see." (Hal yang paling saya sering saya lihat adalah banyak masyarakat yang benar-benar punya komitmen yang kuat untuk geopark. Senang rasanya melihat antusias mereka)," tutur Andreas.

Meski begitu, Jean Simon menekankan bahwa mereka bukanlah penentu utama apakah Geopark Pulau Belitung memastikan jadi UGGp, mengingat mereka hanyalah bagian dari tim. Tapi semua pengalaman yang mereka lihat dan rasakan akan mereka catat dan laporkan untuk dibawa ke rapat di UNESCO.

"We can not decided things now, cause this is not the end of the mission only. But all that I can say is that Belitong is a wonderfull introduction to Indonesia. (Kita tidak bisa memutuskan semuanya sekarang karena ini bukanlah hanya akhir misi kami. Tapi yang bisa saya katakan Pulau Belitung adalah pengenalan yang sangat menyenangkan (berkesan) bagi Indonesia," tambah Jean.

Dukungan Masyarakat Tinggi, Optimis Global Geopark Diraih


Dalam kunjungan mereka ke Kabupaten Belitung Timur (Beltim) para penilai mengunjungi tiga geosite dari 7 geosite yang ada, yakni Geosite Open Pit Nam Salu di Kecamatan Kelapa Kampit, Geosite Burung Mandi Kecamatan Damar dan Geosite Tebat Rasau Kecamatan Simpang Renggiang.

Bukan hanya meninjau, anggota tim penilai juga berinterakasi dengan komunitas, pelaku serta masyarakat di tiap-tiap geosite. Sambutan dari masyarakat sangat tinggi karena di seluruh geosite yang dikunjungi ramai masyarakat yang berduyun-duyun datang untuk memberikan dukungan.

Tingginya dukungan oleh masyarakat membuat Bupati Beltim, Yuslih Ihza merasa optimis Pulau Belitong akan memperoleh status Global Geopark dari UNESCO.

"Insyallah kita optimis. Dukungan dan komitmen dari masyarakat merupakan kunci utama agar status global geopark bisa kita raih," kata Yuslih.

Selain itu, Yuslih melihat kesan yang baik terhadap geopark Pulau Belitung juga diberikan oleh tim penilai. Ia pun meminta agar seluruh pihak dapat mendoakan Pulau Belitong dapat sukses meraih status global geopark secepatnya.

"Harapan kita status kehormatan tersebut dapat diraih. Status akan menjadi sebuah kebanggaan, dan memberikan dampak positif terutama bagi pengembangan pariwisata di Pulau Belitong," ujar Yuslih.

Sementara itu, Ketua Geopark Belitong, Yuspian menyatakan sejauh ini semua proses assessment berjalan dengan baik. Tim penilai menyampaikan banyak hal yg membuat mereka takjub, baik itu tentang keanekaragaman geologi, biologi, budaya, termasuk keramahan penduduk dan keindahan alam yang ada di Belitong.

"Dari komentar yang disampaikan, sepertinya mereka sangat terkesan. mudah-mudahan hasil akhirnya akan positif dalam arti Geopark Belitong dapat disetujui (lolos) menjadi salah satu anggota UNESCO Global Geopark (UGGp)," kata Yuspian.

Ditambahkannya status UGGp hanya berlaku selama 4 tahun, dan selanjutnya akan diadakan revalidasi, apakah masih layak menjadi anggota UGGp atau tidak. Karena, geopark sendiri merupakan kegiatan yang berkelanjutan.

"Kita sejauh ini kami dari manajemen BP (Badan Pengelola Geopark-red) telah berupaya semaksimal mungkin untuk mendapatkan penilaian yang terbaik. kita berdoa semoga mendapat hasil terbaik," tutupnya.

Selain berkunjung ke tiga geosite tersebut, tim penilai juga mengunjungi peternakan lebah di Ngarawan Manggar, Meseum Kata Andrea Hirata Gantung, serta Demplot Laboratorium di Desa Lenggang Gantung.

Dijadwalkan tim penilai akan berada di Pulau Belitung selama empat hari. Di hari terakhir, Jum'at (28/6/2019), tim akan memamparkan dan mengevaluasi hasil kunjungan ke seluruh geosite sebelum hasilnya dibawa untuk dirapatkan di kantor Pusat Unesco di Paris, Perancis. (@2!_HK)

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]