Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

Wagub Abdul Fatah Apresiasi Momen Religi 7 Likur Masyarakat Mancung

BANGKA BARAT, INRADIOFM.COM - Tradisi budaya religi momen tahuan budaya 'Tujuh Likur ' merupakan tradisi yang berkembang dan tumbuh secara turun menurun di tengah masyarakat di Bangka Barat, terkhususnya bagi masayarakat di Desa Mancung.

Perayaan  budaya bernuansa islam yang diselenggarakan masyarakat Desa Mancung di awal 21 Bulan Ramadhan tersebut  atau sepuluh hari terahir menjelang Hari Raya Idul Fitri sebagai bagian dari menyambut malam Lailatul Qadar.

Pada tahun 1440H/2019, sebanyak enam buah lampu likur berbentuk gapura menghiasai sepanjang ruas jalan Desa Mancung sehingga kemeriahan desa sangat berbeda dari hari biayanya.

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan,  Kepala Dinas Pariwisata dalam kesempatan yang disertai dengan acara Buka Puasa Bersama dan Malam Puncak 7 Likur di Masjid Nurul Iman dan Alun - alun Desa Mancung, sebelum acara berbuka puasa bersama didaulat untuk menyalakan api likur menandai festival religi masyarakat Mancung di salah satu gapura yang telah dibuat masyarakat, Jumat (31/5/2019).

Wagub Abdul Fatah sangat mengapresiasi semangat masyarakat Bangka Barat, terkhusus Desa Mancung  untuk menyemarakkan perayaan dan rasa cinta seni budaya religi tujuh likur yang telah dilaksanakan secara turun temurun dan terpelihara dengan baik.

" Karya seni enam gapura yang dibuat masyarakat menunjukan inilah masyarakat Bangka Barat, penuh keberagaman," ujar Wagub Abdul Fatah.

Cipta seni dan karya dalam berinovasi yang ditunjukkan Masyarakat Desa Mancung  dapat memberikan manfaat bagi masyatakat dengan menjaga dan memelihara kebersamaan dengan aman dan nyaman.

Wagub Abdul Fatah juga berharap, pada tahun akan datang perayaan ini terus dilestarikan dan menjadi lebih besar dari tahun - tahun sebelumnya dikarenakan even momen religi keagamaan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kebersamaan dan nilai - nilai ketaqwaan di tengah masyarakat. (Erwin ).

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]