Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

PANGKALPINANG, INRADIOFM.COM - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan  Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Indonesia Power terkait kajian kelayakan pemanfaatan dari salah satu unsur mineral ikutan Timah dan CPO sebagai sumber penghasil listrik.

MoU ditandatangani Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman dan Direktur Utama PT Indonesia Power, Bapak M Ahsin Sidqi, di ruang Tanjung Pendam Lt 2, Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (4/7/2019).

Gubernur Erzaldi menyambut baik kerjasama yang dilakukan bersama PT Indonesia Power. Lebih jauh Ia mengatakan, kerjasama dengan PT Indonesia Power merupakan tindak lanjut dari kerjasama yang sudah dilakukan bersama PT PLN dalam mengembangkan energi terbarukan.

"Kerjasama ini disambut Indonesia Power, ini sangat dahsyat, kenapa dahsyat, karena potensinya sangat banyak di Bangka Belitung, ketimbang di curi oleh orang lain, kenapa tidak kita olah sendiri dan yang memiliki  kompetensi adalah Indonesia Power," katanya.

Adapun yang menjadi lingkup kerjasama antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan PT Indonesia Power diantaranya, Kajian kelayakan pemanfaatan baterai dari salah satu unsur dalam mineral ikutan Timah sebagai sumber penghasil energi listrik dengan Pilot Project rumah dinas Gubernur serta Kajian kelayakan pemasangan mesin diesel berbahan bakar CPO dengan kapasitas Max 2 MW.

"Saya yakin, bila ini terwujud, Indonesia Power dapat menjadi Power of Indonesia with Bangka Belitung Archipelago" ungkapnya pada saat MoU Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan PT. Indonesia Power.

Senada dengan Gubernur, Direktur Utama PT Indonesia Power, M Ahsin Sidqi mengatakan, kerjasama antara Pemprov Babel dengan PT Indonesia Power sesuai dengan visi dan misi perusahaan. Bahkan menurutnya, kerjasama  akan direalisasikan secepat mungkin.

"Kita akan menunjukkan hasil dalam skala pilot untuk generator dan baterai dari material mineral ikutan, Zircon dan yang lain," ungkapnya pada kesempatan yang sama.

Terkait penggunaan CPO sebagai bahan pembangkit tenaga listrik, menurutnya akan menggunakan CPO yang low grade sehingga tidak mengganggu industri, bahkan membantu industri.

Terkait target, Staf Ahli Gubernur Purwadi Kasino Putro menambahkan, pada tahun ini ditargetkan untuk menghasilkan satu teknologi baterai yang berbasis pada salah satu unsur dalam mineral ikutan Timah.

"Target kami tahun ini menghasilkan minimal 3 KVA atau 3000 Watt untuk menghidupkan rumah dinas Gubernur Bangka Belitung, yang nantinya tidak menggunakan PLN dan kami switch langsung menjadi baterai," katanya.

Ditambahkan olehnya, dari kapasitas 3 KVA akan ditingkatkan lagi, selain itu, di tahun 2020 Indonesia Power bersama PT PLN akan mengembangkan limbah CPO untuk menjadi bahan bakar mesin diesel pembangkit listrik.

"Ini teknologi yang belum ada di Indonesia dan baru pertama kalinya, mudah-mudahan dengan koordinasi dan pimpinan Gubernur dan Indonesia Power, apa yang ditargetkan pada tahun ini dan tahun 2020 akan berhasil," ungkapnya.

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]