Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

Mendo Barat, BANGKA, INRADIOFM.COM - Keberadaan tanaman aliran sungai atau rawa - rawa yang oleh warga disekitar Desa Payabenua Kecamatan Mendo barat lebih dikenal dengan sebutan 'rasau' dianggap sangat besar manfaatnya mencegah terjadinya kabut asap di Babel.

Kepala Desa Payabenua Mahzuni ketika diwawancarai tim Cerudik In Radio, Senin (23/9/2019) lalu, mengatakan, salah satu penyebab terjadinya kabut asap yang cukup mengganggu didaerahnya belakangan diketahui karena terbakarnya beberapa areal lahan pinggiran sungai di Payabenua dan sekitarnya. 

"Kalo kabut asap karna kebakaran hutan banyak titik apinya disungai - sungai. Perbatasan Payabenua dengan Desa Labuh, Payabenua dengan Desa Nibung, Payabenua dengan Desa Tanah Bawah. Pokoknya kecamatan Puding lah," jelasnya.

Mahzumi yang telah menjabat sebagai Kades selama 4 tahun ini mengajak peran warga mengurangi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan salah satunya dengan menjaga kelestarian gundukan rasau (pohon perdu sejenis jerutu) sebagai pelindung ekosistem terbaik bagi daerah yang memiliki sungainya.

"Istilah bagi warga disini kalo tanaman pinggir sungai itu disebut rasau. Rasau ini mohon jangan dirusak apalagi sampai sengaja dibakar seperti masa musim kemarau seperti sekarang," harapnya.

"Rasau melindungi biota sungai dari terik sinar matahari langsung, tempat anak - anak ikan bermain dan berkembang biak. Jaga Rasau ini bagi keberlangsungan sebuah ekosistem," pungkasnya. ( AB )

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]