Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

Gantung, BELTIM, INRADIOFM.COM – Satpol PP Belitung Timur (Beltim), turun langsung ke lokasi Tambang Inkonvensional (TI) rajuk ilegal, yang beroperasi di Hulu Sungai Lenggang Kecamatan Gantung, Senin (2/9/2019). Hal ini dilakukan, sebagai tindak lanjut dari hasil rakor pimda beberapa waktu lalu di tingkat Kabupaten Beltim, serta untuk menindaklanjuti meningkatnya keresahan masyarakat Gantung terkait keruhnya air PDAM.

Sebagai langkah mapping, tindakan yang diambil yaitu dengan mengidentifikasi tempat kejadian perkara (TKP), dengan pengambilan gambar, dan memberikan himbauan kepada pekerja dan pemilik tambang melalui pendekatan persuasif dan komunikatif.

Tim yang diterjunkan berjumlah kurang lebih 20 orang, dan dipimpin langsung Kasatpol PP Beltim, Zikril. Sepanjang Sungai Lenggang, yakni di Teluk Norman Selinsing dan Tajor Batu Desa Lenggang, tim yang menyisir dengan menggunakan perahu, mendapatkan belasan unit TI rajuk ilegal yang kedapatan masih beroperasi di Sungai Lenggang, bahkan cukup dekat dengan sumber air baku PDAM Gantung.  

Lokasi TI ilegal tersebut berada di tengah-tengah hulu Sungai Lenggang dan agak tersembunyi. Aksesnya cukup sulit ditempuh bila hanya menggunakan jalur darat dan hanya bisa menggunakan perahu.

Usai peninjauan, Kasatpol PP Beltim, Zikril mengatakan, jika pihaknya melakukan upaya penertiban TI rajuk di DAS Manggar, Buding, dan Lenggang yang sudah dilakukan bertahap sejak Mei dan Juni 2019, dan karena sudah mendapatkan desakan konsumen PDAM Kecamatan Gantung, yang semakin tercemar sumber air bakunya.

Zikril menambahkan, saat ini pihaknya belum mengambil tindakan pembongkaran. Namun, hanya memberikan himbauan langsung sesuai dengan tahap-tahap awal penertiban. Ia pun mengajak dan menghimbau para petambang dan pemilik TI Rajuk, agar segera menghentikan kegiatan penambangannya, mengemasi alat-alat tambangnya, dan segera pindah ke lokasi yang tidak bermasalah dan tidak masuk dalam kawasan daerah aliran sungai (DAS).

"Kita sudah kantongi nama-nama pemiliknya, jadi kita peringatkan siapa pun pemilik tambang, segeralah bongkar. Saat ini kita masih minta baik-baik, kemasilah sendiri, jangan sampai kita yang kemasi," kata Zikril.    

Ia menegaskan, jika dalam beberapa hari ke depan, masih kedapatan beroperasi di Sungai Lenggang khususnya di dekat sumber air PDAM, pihaknya akan langsung mengambil tindakan hukum.  

"Saya harap mereka patuh, kalau tidak seizin Bupati, Wakil dan Sekda Beltim, kita akan bentuk tim penindakan. Kita ambil tindakan hukum tegas secara bertahap, bila secara persuasif, dan preventif tidak diindahkan," tegasnya. (HA)

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]