Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]


Cengal, Ogan Komering Ilir, SUMSEL, INRADIOFM.COM - Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mendadak menjadi ramai dan perhatian. Daerah ini disinyalir banyak menyimpan peninggalan harta karun Kerajaan Sriwijaya. Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di daerah ini, sebabkan artefak-artefak kuno bermunculan, sehingga diburu warga setempat.

Kolektor Benda Peninggalan Sriwijaya Okky Okta Wijaya mengungkapkan, sebenarnya perburuan harta karun tersebut sudah terjadi sejak 14 tahun lalu, tepatnya tahun 2005. Saat itu, ada seorang warga yang menemukan sebuah cincin emas saat sedang mencangkul.

Selain kaya akan benda peninggalan berharga, kawasan gambut di Kecamatan Cengal, di Desa Sungai Jeruju khususnya, mengandung serbuk emas, yang sudah biasa dicari warga untuk dijual.

Setelah lahan terbakar beberapa waktu belakangan ini, semakin mempermudah akses jalan yang sebelumnya tertutup menjadi terbuka. Bahkan, ada warga yang membuka tenda di sekitar lokasi untuk berburu benda peninggalan dan serbuk emas.

"Mencari serbuk emas itu sudah jadi mata pencaharian penduduk setempat. Kalau saya hanya membeli barang peninggalan Sriwijaya yang ditemukan warga yang serbuk emas, kalo emas alamnya tidak, itu ada orang lain yang membelinya," ujar Okky.

Menurut pengakuan Deni, seorang warga Ogan Komering Ilir (OKI), jika ia dan keluarganya pernah menemukan emas senilai puluhan juta rupiah.

"Istri dan anak saya dapat emas sekitar 4-5 gram, kalau harga normal itu hanya Rp 3 jutaan. Tapi karena motif dan batu merah, dihargai Rp 35 juta," ungkapnya.

Seperti diketahui, pada Kamis (3/10/2019) lalu, ditemukan benda-benda purbakala di lahan gambut yang terbakar, lokasinya di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, kawasan Pesisir Timur Sumatera, tepatnya di Kecamatan Cengal, Tulung Selapan, dan Air Sugihan.

Arkeolog Badan Arkeologi Sumatera Selatan, Retno Purwanti mengatakan, di lokasi lahan gambut yang terbakar itu, banyak ditemukan peninggalan masa lalu yang muncul ke permukaan, berupa perhiasan dan logam mulia.

"Ada barang yang bahannya emas, perhiasan kuno mata kucing berbentuk kalung buatan Mesir dan negara Indopacific. Ada juga yang menemukan perhiasan kuno lainnya. Kalau dilihat dari ukiran dan bentuknya, emas itu buatan zaman Kedatuan Sriwijaya abad ke-9 hingga ke-14," katanya.

Di kawasan tersebut pun ditemukan artefak yang berasal dari kapal, seperti kemudi, papan, serta dayung. Dugaan besar kawasan pesisir timur Sumatera dulu merupakan kawasan perdagangan, atau pelabuhan besar Kerajaan Sriwijaya, hingga Kesultanan Palembang. (HA)

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]