Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

Manggar, BELTIM, INRADIOFM.COM - Nelayan di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), diwajibkan memiliki Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan, atau yang dikenal dengan nama KUSUKA. Selain berguna untuk ATM dan Asuransi Nelayan, kartu pengganti Kartu Nelayan ini, juga merupakan syarat utama pemberian bantuan bagi nelayan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Beltim, Peris Nainggolan menyampaikan, KUSUKA berbeda dengan Kartu Nelayan, karena kartu ini bukan hanya diperuntukkan bagi nelayan saja, namun juga untuk para pembudidaya, unit pengolahan ikan, dan pemasar ikan. Dinas Perikanan saat ini tengah gencar mempromosikan kepemilikan KUSUKA.

"Kami sedang kejar ini ke seluruh desa. Pembuatan kartu tidak dipungut biaya dan pembuatannya satu hari jadi," katanya, Kamis (3/10/2019).

Peris menambahkan, proses pembuatan KUSUKA cukup mudah. Masyarakat cukup menemui penyuluh perikanan, yang ada di daerah tempat tinggalnya, kemudian menyiapkan KTP, KK dan Surat Keterangan sebagai nelayan, lalu mengisi formulir, atau dapat datang langsung ke Dinas Perikanan setempat.

Nelayan yang akan mengajukan bantuan, juga harus tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB), dan Koperasi Nelayan yang ada di setiap desa. Ia pun menganjurkan, bagi desa yang belum memiliki koperasi nelayan, agar dapat segera membentuk koperasi nelayan di desanya, sehingga akan mempermudah proses pengajuan bantuan.

Diungkapkannya, untuk saat ini di Kabupaten Beltim tercatat baru 55 orang yang memiliki KUSUKA, dengan 800-an orang lebih yang mengajukan kepemilikan Kartu. Padahal jumlah nelayan yang terdata di seluruh Kabupaten Beltim ini, mencapai 6.507 orang.

"Itu yang mengajukan untuk periode April hingga Juli 2019. Kalau Kartu Nelayan semuanya mencapai 4.454. Itu hanya nelayan, belum termasuk pembudidaya, pengolah sama pemasar," ungkapnya.

Selain wajib memiliki KUSUKA, nelayan yang akan mengajukan bantuan juga harus tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan Koperasi Nelayan di setiap desa. Peris pun menganjurkan agar tiap desa membentuk koperasi nelayan supaya lebih mudah untuk mengajukan bantuan nelayan.

"Untuk nelayan tetap harus tergabung dalam KUB atau Koperasi Nelayan jika ingin cepat dibantu. Baik itu bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK), DAK Provinsi, bantuan Kementerian maupun APBN, jadi bantuan akan disalurkan lewat kelompok dan koperasi, itu bukan kami yang membuat peraturan, tapi aturan langsung dari Kementerian Kelautan dan Perikanan," jelasnya.

Perlu diketahui, di tahun 2020 mendatang, bantuan DAK bagi nelayan Kabupaten Beltim yang akan disalurkan mencapai Rp 899.726.000. Bantuan yang akan diberikan tersebut berupa kapal, alat tangkap, dan alat bantu tangkap. (HAk)

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]