Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

Padang, Sumatera Barat, INRADIOFM.COM - Puluhan LPPL yang tergabung didalam Asosiasi Radio dan TV Publik Daerah Seluruh Indonesia (Indonesiapersada.id) se-Sumatera, mengikuti Workshop Produksi Isi Siaran Antikorupsi, yang berlangsung di Ibis hotel, Padang, Sumatera Barat, Kamis (17/10/2019).

Workshop yang mengambil tema Kolaborasi Antikorupsi lewat Radio yang termasuk dalam kegiatan Roadshow KanalKPK 2019 ini, merupakan kerjasama KPK RI dengan indonesiapersada.id se-Sumatera, dengan menghadirkan narasumber Aries Widojoko, Direktur Eksekutif indonesiapersada.id, serta Kabiro Humas KPK RI, Febridiansyah.

Workshop dibuka oleh Kabiro Humas KPK RI, Febridiansyah, yang menjelaskan tentang pengertian korupsi, apa saja jenis-jenis korupsi, tugas dan fungsi KPK, serta penindakan apa saja yang sudah dilakukan.

Ia juga mengungkapkan, Kolaborasi media saat ini khususnya radio dengan pihak KPK dapat disinergikan mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini. Seperti media sosial yang ada saat ini dapat pula menjadi peluang didalam mengedukasi masyarakat Indonesia tentang apa arti korupsi, mengkampanyekan antikorupsi, dan sebagainya.

"Tentunya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini bisa menjadi peluang, dalam menyampaikan ke masyarakat kita, apa sih korupsi itu, apa sih jenisnya, apa saja tugas kami di KPK, dan lain sebagainya. Manfaatkan peluang ini seluas-luasnya, jadi radio tidak hanya didengar saja, tapi juga bisa turut eksis di media online seperti itu," ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, kampanye Antikorupsi tidak cukup hanya melalui lisan saja, tapi dapat pula melalui media yang ada, termasuk radio. Dan, kampanye Antikorupsi ini, sebenarnya dapat dikampanyekan sejak dini.

"Kampanye Antikorupsi sebenarnya bisa kita kampanyekan pada anak-anak kita sejak dini. Kita dapat mencari ide bagaimana cara menyampaikan pengertian korupsi yang dipresentasikan didalam sebuah dongeng misalnya, ajarkan bagaimana kejujuran itu sepatutnya dijunjung tinggi dalam kehidupan kita," tuturnya.

Sementara itu, Aries Widojoko menyampaikan materi tentang konten antikorupsi yang ideal di LPPL.

Ia menjelaskan, konten radio haruslah multi kreatif. Seperti, program yang kreatif, penyiar kreatif, adaptasi dan inovasi teknologi, community development, dan integrated marketing communication.

"Kita di radio, haruslah dapat ikut berevolusi terhadap perkembangan teknologi yang ada saat ini. Jadi, teori-teori karakteristik radio jaman dulu, sudah sepatutnya kita ubah mengikuti perkembangan jaman milenial saat ini," terangnya.

Aries juga menyampaikan, siaran radio yang fungsinya mengedukasi, memberitahu, dan lain sebagainya dapat dikolaborasikan dengan KPK didalam mengkampayekan Antikorupsi.

"Mendengar kata korupsi, memang seperti momok yang menakutkan. Apalagi kita LPPL sebagai media milik pemerintah. Jadi pintar-pintarlah kita didalam menyampaikan materi siaran terkait hal ini," ujarnya.

Ia pun mengingatkan, sebagai LPPL hendaknya tidak melupakan prinsip-prinsip dasar LPPL, dan rambu-rambu sebagai media LPPL.

Selain itu, ia juga menyampaikan materi tentang alternatif format konten Antikorupsi di siaran LPPL, bagaimana memproduksi ILM, bagaimana mengemas program dan produksi ILM yang baik, dan ia juga mengajak peserta sebagai media LPPL, dapat lebih kreatif lagi didalam memproduksi, atau mengolah setiap program yang dihadirkan, atau disajikan kepada pendengar.

Workshop ditutup dengan diskusi serta tanya jawab, dan mendengarkan Live Talkshow berjejaring LPPL se-Indonesia bersama Kabiro Humas KPK RI, Febridiansyah yang disiarkan langsung oleh RRI kota Padang, Sumatera Barat. (HA)

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]