Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

Batik Daun Simpor dan Pelile'an yang dikenakan seorang peserta, di Malam Batik Belitung Timur Fashion Show 2019, Minggu (13/10/2019)
Manggar, Beltim, INRADIOFM.COM – Seluruh Pegawai Pemkab Belitung Timur (Beltim), diwajibkan memakai baju batik asli Beltim, mulai tahun 2020 mendatang. Produk batik khas Beltim itu akan dipakai setiap Kamis, layaknya jadwal pemakaian seragam baju batik.

Himbauan itu disampaikan Bupati Beltim, Yuslih Ihza, saat ia menutup kegiatan Malam Batik Belitung Timur Fashion Show, di Taman Segitiga Manggar, Minggu (13/10/2019). Tujuannya untuk memberdayakan produk UMKM di Kabupaten Beltim.

"Tahun depan saya canangkan seluruh PNS dan PTT harus menggunakan batik khas Beltim. Untuk mendukung kemajuan industri batik Kabupaten Beltim," katanya.

Ia menginginkan agar batik khas Beltim, bukan hanya dikenal di Kabupaten Beltim saja, namun juga di luar daerah. Budaya bangga akan produk lokal harus dimulai dari aparatur pemerintah.

"Kita harus membudayakan dan bangga dengan produk batik lokal kita. Aparatur kita yang akan memulai dengan mengenakan setiap hari Kamis dan juga mempromosikannya saat melakukan perjalanan keluar daerah," ujarnya.

Hasil produk batik di Kabupaten Beltim dinilai Yuslih sangat baik, dan tidak kalah bersaing dengan produk batik dari luar daerah. Tinggal bagaimana inovasi dan kreatifitas UMKM didalam memberikan sentuhan pada hasil karya batik lokal.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Beltim, Ikhwan Fahrozi menyambut baik rencana pemakaian batik khas Beltim. Namun, menurutnya harus ada aturan yang mengikat untuk memudahkan penganggaran di masing-masing OPD.

"Sangat baik itu, sudah seharusnya kita membudayakan batik local. Nanti bisa diawali dengan penetapan mungkin dengan Surat Keputusan Bupati, dari situ nanti kita masukka ke e-planning atau e-budgeting ke anggaran OPD," jelas Ikhwan, di ruang kerjanya, Senin (14/10/2019).

Mantan Kepala Badan Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat itu, juga menganggap perlu dilakukan sayembara untuk menentukan motif produk batik mana yang akan digunakan untuk pakaian pegawai di Pemkab Beltim. Mengingat selama ini motif yang dipakai sangat beragam.

Ia optimis dengan adanya dukungan dari Pemerintah produk UMKM di Kabupaten Beltim terutama batik akan terbantu baik dari promosi maupun peningkatan penjualan.

"Kalau bisa sebelumnya kita lakukan sayembara motif khas mana yang akan kita pilih. Kita patenkan selama ini banyak ragamnya, ada daun simpor, cangkir kopi, cempedik dan lain-lain. Harus seragam coraknya biar begitu dilihat orang, tahu ini khas Beltim," terangnya. (HK)

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]