Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

PANGKALPINANG, INRADIOFM.COM - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Susanti, mewakili Gubernur membuka kegiatan Advokasi Peningkatan Keterwakilan Perempuan di Legislatif di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Hotel Soll Marina, Pangkalan Baru, Selasa (17/12/2019).

"Melalui forum ini mari kita gali potensi diri, maksimalkan peran dan fungsi kita, tingkatkan kinerja dan kepekaan terhadap aspirasi dengan karya nyata dan bukti, berkarya untuk bangsa dan negara," harapnya.

Advokasi peningkatan keterwakilan perempuan di legislatif tahun 2019 ini untuk meningkatkan keanggotaan dan keterwakilan perempuan di lembaga legislatif di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan ini menjadi penting, karena perempuan adalah ibu bangsa, perempuan harus memiliki kemampuan yang baik sehingga anak-anak terlindungi, kemudian berikan pencatatan kependudukannya, banyak perempuan yang tidak berdaya karena tidak memiliki identitas yang legal.

"Banyak perempuan yang jadi korban kekerasan karena tidak memiliki identitas, berdasarkan data dari Sistem Informasi Administrasi Kependudukan, dari seluruh keluarga di Babel hanya 43 persen yang menikah secara legal, banyak perkawinan yang ilegal ternyata mereka tidak mengikuti peraturan yang berlaku tidak memiliki akta nikah," jelasnya.

Provinsi melakukan kegiatan ini dengan harapan agar pada tahun 2024 keterwakilan perempuan di legislatif harus lebih dari 30 persen.

Tingkat partisipasi politik dan keterwakilan kaum perempuan di lembaga legislatif masih sangat rendah, hal ini disebabkan faktor baik internal maupun eksternal.

Pemerintah telah mengakomodasi melalui Undang-undang yang mewajibkan setiap partai politik kontestan pemilu nasional untuk mengusung dan menyatakan dukungan minimal 30% terhadap calon dari kaum perempuan.

Keran politik sudah terbuka, namun pada periode ini tercatat hanya 25 orang srikandi yang duduk di DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota, memang meningkat dari periode sebelumnya yang hanya ada 20 orang tetapi tetap saja jumlah ini belum ideal.

Kaum perempuan harus mampu menunjukkan kualitas diri mewakili suara,  aspirasi dan partisipasi di dunia politik, bukan hanya penggembira dan pelengkap saja.

Pada awal kegiatan ini dilakukan pemutaran film singkat yang berjudul "Surga Kecil di Bondowoso" yang menceritakan tentang berbagi peran antara suami dan istri, walaupun istri berkarir diluar rumah, namun sang suami dengan penuh tanggung jawab menjalankan peran domestik dirumah seperti memasak, mengurus anak dan lain sebagainya. Melalui film ini ditunjukkan bagaimana kesetaraan gender dalam rumah tangga dengan penuh kesadaran dan keikhlasan dan saling menghargai peran masing-masing.

"Dalam Islam pun kedudukan perempuan begitu mulia, Nabi Muhammad  saja ketika pulang kerumah larut malam Beliau tidak membangunkan istrinya, Beliau rela tidur didepan pintu dan dalam agama pun disebutkan bahwa yang utama harus dihormati oleh seorang anak adalah ibumu..ibumu..ibumu, sampai tiga kali disebutkan,"tutur Susanti.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Ketua DPRD Kabupaten Bangka Tengah Me Hoa dan CEO KSD Consultant&Training Center Khodimul Ummah Bandung Ustad Abu Dzar Feri Susanto. (HA)

Sumber: DP3ACSKB Babel
Penulis: Lisya Ayu

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]