Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

Manggar, BELTIM, INRADIOFM.COM – Kementerian Perhubungan RI akan membangun dua pelabuhan di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), tahun 2020 mendatang. Pembangunan fisik pelabuhan tinggal menunggu pengesahan dokumen Perda Zonasi dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Beltim, Adlan Taufik menyatakan, dua pelabuhan yang akan dibangun tersebut yakni, Pelabuhan Lokal Penumpang dan Barang Dendang serta Pelabuhan Penyeberangan Manggar – Ketapang Kalimantan Barat. Proses pembebasan lahan, pembuatan Detail Enginering Design (DED), Studi Kelayakan (FS), serta Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) sudah diselesaikan oleh Dinas Perhubungan tahun 2019 ini.

"InsyaAllah semua sudah selesai, tahun depan pembangunan fisik pelabuhan sudah bisa dilaksanakan. Kita bahkan sudah menghibahkan lahan untuk pembangunan pelabuhan ke Kementerian Perhubungan," ungkap Taufik, Rabu (18/12/2019).

Ia juga menyatakan, Kementerian Perhubungan RI sudah menyiapkan anggaran dari APBN tahun 2020, sebesar Rp 80 Miliar untuk pembangunan fisik pelabuhan Dendang. Sedangkan untuk Pelabuhan Manggar – Ketapang disiapkan anggaran sebesar Rp 100 Miliar.

"Anggaran lebih besar dialokasi untuk Pelabuhan Manggar karena akan dibangun juga water breaker atau pemecah gelombang. Yang jelas untuk dua pelabuhan ini proyeknya multiyears, artinya pengerjaan fisiknya setidaknya selesai tiga tahun, dari tahun 2020 hingga 2023," jelasnya.

Dengan adanya Pelabuhan Dendang dan Pelabuhan Manggar proses pendistribusian bahan pokok serta barang lainnya akan jadi lebih mudah dan cepat. Apalagi menurut Taufik, perbandingan jarak Pelabuhan Dendang –  Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, selisih 13 mil laut lebih dekat jika dibandingkan dengan Pelabuhan Tanjung Ru' – Tanjung Priok.

"Kalau dua-duanya sudah terbangun lintas Timur Manggar – Dendang – Tanjungpandan bisa tersambung, jadi bisa dibuka jalur ekonomi baru. Apalagi khusus untuk Pelabuhan Dendang - Tanjung Periuk jaraknya jauh lebih dekat, sehingga lebih hemat waktu dan biaya transportasi," ujarnya.

Namun, Mantan Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Beltim itu juga menyatakan, masih ada kendala yang bisa menghambat proyek pelabuhan berjalan, yakni belum tuntasnya Perda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K). Dengan belum disahkannya Perda zonasi tersebut akan berdampak pada izin lingkungan di Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Babel.

"Dampaknya bukan hanya untuk pelabuhan Dendang tapi juga Pelabuhan Manggar. Izin lingkungan yang seharusnya sudah dapat dikeluarkan, tidak bisa dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi karena penetapan lokasi belum disahkan lewat satu Perda," katanya.

Taufik berharap Januari 2020 mendatang Perda Zonasi akan dapat diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi sehingga izin lingkungan dapat dibahas bersamaan.

"Begitu Perda selesai, landclearing dapat dilakukan di 2020. Kita harapkan Perda dapat disahkan awal 2020 mendatang, biar proses pembangunan dapat segera berjalan," harapnya. (@2!_HA)

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]