Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

PANGKALPINANG, INRADIOFM.COM - Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung sambut Ketua DPD Republik Indonesia bersama 5 (lima) Anggota DPD RI yang terdiri dari 4 (empat) orang senator asal Bangka Belitung dan 1 (satu) orang senator asal Lampung di Ruang Rapat Tanjung Pendam, Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (8/1/2020).

Pertemuan ini merupakan rangkaian Kunjungan Kerja Ketua DPD RI  ke Babel dengan agenda Rapat Kerja bersama Gubernur dan Forkompimda Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam rapat ini, Gubernur Babel yang diwakili oleh Wakil Gubernur Babel memaparkan profile Bangka Belitung terkait beberapa sektor unggulan di Bangka Belitung seperti sektor pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata dan pertambangan.

"Kami memanfaatan moment kunjungan ini sebaik-baiknya khususnya dengan menyampaikan beberapa unggulan-unggulan Babel" ungkap Abdul Fatah dalam paparannya.

Usai pemaparan, Ketua DPD RI, AA Lanyalla Mahmud Mattalitti yang hadir bersama Anggota DPD RI lain, diantaranya Hudarni Rani, Zuhri M. Syazali, Darmansyah Husen, Alexander Fransiscus dan Bustami Zainudin, mengatakan sebagai Perwakilan Daerah dalam program kerja yang dijalankan tentunya bekerja untuk kepentingan daerah. Menurutnya, semua senator harus kerap turun ke daerah untuk menyerap aspirasi di daerah. Sebagai fungsi membawa permasalahan daerah agar mendapatkan solusi, seperti kunjungan kerjanya kali ini.

"Selama kunjungan sejak kemarin, kami sudah mencatat aspirasi-aspirasi yang disampaikan kepada kami," ungkapnya sebagai tanggung jawab dan fungsinya dalam perwakilan.

Lebih lanjut dikatakannya, sebagai fungsi pengawasan pihaknya juga memastikan bahwa program-program pembangunan yang dicanangkan baik oleh Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat dapat berjalan baik di lapangan agar 34 Provinsi mampu bersama-sama memajukan Indonesia.

Sebelumnya, telah dilakukan kunjungan ke Walikota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka hingga pertemuan informal dengan tokoh-tokoh masyarakat, stakeholder Pemerintah dan pengusaha di Babel. Sehingga dirinya begitu berempati dan turut prihatin atas terjadinya kekacauan dalam aktivitas pertambangan di Sijuk saat Wakil Gubernur Babel melakukan penertiban.

Khusus untuk pertambangan, menurutnya permasalahan dikelompokkan menjadi 2 (dua) cluster, pertama persoalan penataan ketat zonasi sebab Babel memiliki beberapa sektor unggulan yang harus diakomodir, tidak hanya terkait pertambangan.

Persoalan kedua adalah persaingan dalam bisnis dibidang pertambangan. Tentunya Polda Babel bersama Forkompimda lainnya diajak untuk saling bekerja sama agar tidak terjadi persaingan yang tidak sehat.

Menanggapi komoditas unggulan Lada Babel yang mampu menembus pasar ekspor, dirinya mengajak untuk mencari solusi atas terus merosotnya harga komoditas ini.

Selain itu, diingatkan agar Pemerintah Babel mempercepat penggarapan pariwisata Babel agar berkelas dunia melalui program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) agar Babel masuk dalam 10 destinasi Indonesia.

"Seharusnya jika digarap serius, sektor-sektor ini mampu menaikkan PAD Babel hingga 300 persen," Ungkapnya.

Diakuinya, atas kewenangan Negara yang diberikan kepada DPD, pihaknya saat ini sedang membahas Rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan. Menurutnya RUU ini akan sangat diperlukan untuk karakteristik daerah kepulauan seperti Babel, agar mendapatkan perhatian khusus melalui undang-undang. (nonadp)

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]