LIVE STREAMING

Post Page Advertisement [Top]

Manggar, BELTIM, INRADIOFM.COM – Rencana penghapusan tenaga honorer di instansi pemerintah daerah, dinilai baru sebatas wacana. Mengingat hingga saat ini belum ada aturan jelas, baik instruksi maupun surat edaran dari kementerian, terkait keberlangsungan nasib honorer, atau Pegawai Tidak Tetap (PTT).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Yuspian mengungkapkan, jika wacana penghapusan honorer tersebut, memang kerap didengungkan oleh pemerintah pusat, bahkan diakuinya wacana itu sudah jadi pro kontra sejak beberapa tahun lalu.

"Sampai sekarang belum ada surat resmi yang kami terima. Belum jelas apa mau dihapuskan atau dirasionalisasi, malah kami hanya tahu dari media jika beberapa waktu lalu DPR melakukan rapat dengan KemenPAN-RB," ungkap Yuspian saat memantau persiapan Seleksi CPNS di ruang CAT BKPSDM Kabupaten Beltim, Kamis (30/1/2020).

Kebijakan penghapusan tenaga honorer, menurutnya akan sangat berdampak dengan pelayanan kepada masyarakat. Apalagi di Kabupaten Beltim, mengingat jumlah SDM khususnya PNS yang sangat terbatas.

"Kalau di kita bukan hanya tenaga administrasi atau pendukung saja yang honorer, bahkan guru, tenaga medis dan dokter pun banyak yang masih berstatus PTT. Bayangkan bisa tidak berjalan baik pelayanan kalau mereka diberhentikan," katanya.

Mantan Camat Kelapa Kampit itu menambahakan, solusi untuk mengalihkan honorer ke Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), dianggap belum jelas dan bisa memecahkan masalah. Lantaran, hingga saat ini hasil seleksi P3K untuk Kabupaten Beltim tahun 2019 lalu, belum juga diangkat.

"Yang P3K hasil tes kemarin aja belum jelas. Kapan nomor induk mereka bisa diusulkan dan diangkat meski memang Peraturan Pemerintah sudah ada. Kita memang sedang menanti aturan yang jelas tentang hal ini," ujarnya.

Yuspian pun mengimbau, agar seluruh PTT yang ada di Kabupaten Beltim untuk tetap tenang dalam bekerja, dan tidak mudah termakan isu atau kabar hoaks.

Sementara itu, di Kabupaten Beltim saat ini setidaknya ada 1.761 orang honorer yang tersebar di seluruh OPD, baik sebagai tenaga administrasi, guru, maupun medis. Jumlah itu mengalami penurunan dari tahun 2019 yang mencapai 1.796 orang. (@2!_HA)  

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]