Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

Manggar, Beltim, INRADIOFM.COM – Desa Simpang Pesak dan Desa Tanjung Batu Itam, Kecamatan Simpang Pesak, Belitung Timur (Beltim), berhasil menurunkan angka kekurangan gizi dan kasus stunting melalui 'Café Sehat'. Program inovasi unik yang dikembangkan bersama dengan Puskesmas Simpang Pesak itu, juga telah mencuri perhatian pemerintah pusat.

Tak tanggung-tanggung, bahkan sekelas Presiden RI, Joko Widodo tertarik untuk melihat langsung inovasi yang dilakukan oleh dua desa tersebut. Dijadwalkan dalam waktu dekat ini, orang nomor satu di Indonesia itu akan berkunjung ke Kecamatan Simpang Pesak.

"Kalau untuk tanggal atau waktunya kunjungannya kita belum pasti. Namun dari hasil koordinasi kami ke Dinas Kesehatan Provinsi, surat yang dari Kementerian Kesehatan masih diproses di Istana Kepresidenan untuk penentuan jadwal kunjungan," ungkap Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Beltim Yulhaidir, seusai menghadiri Rapat Persiapan Rencana Kunjungan Presiden ke Kecamatan Simpang Pesak di Ruang Rapat Bupati Beltim, Senin (17/2/2020).

Menurut Yulhaidir, dari 7 Provinsi yang akan dikunjungi Jokowi terkait inovasi layanan kesehatan dan keberhasilan penanggulangan stunting, Kementerian Kesehatan dan Istana lebih memilih berkunjung ke Kabupaten Beltim yakni Kecamatan Simpang Pesak.

"Penurunan angka stunting ini memang jadi isu penting Pemerintah Pusat. Program Café Sehat ini menarik karena berhasil menurunkan stunting dan memanfaatkan dana desa yang juga berkolaborasi dengan Puskesmas," jelasnya.

Bukan hanya masalah stunting dan Café Sehat, Presiden juga dijadwalkan akan meninjau program Siap Jaga Remaja Sehat (SIJARES) di tempat yang sama. Program SIJARES atau Posyandu Remaja yang menekankan masalah ilmiah dan kesiapan untuk 1000 hari kehamilan.

"Program ini mendidik remaja yang akan menikah untuk mempersiapkan diri. Mereka jadi paham tentang kesehatan, hal ilmiah dan tahu resiko dalam berumah tangga," katanya. 

Kunjungan Presiden Harus Ada Efek Positif

Sementara itu, Wakil Bupati Beltim, Burhanuddin, saat memimpin rapat meminta agar desa-desa yang akan dikunjungi sudah melakukan persiapan sejak dini. Meski diakuinya jadwal kunjungan presiden ke Kabupaten Beltim masih belum ditentukan waktunya.

"Kita memang masih menunggu kepastian lebih lanjut mengenai rencana ini. Namun sebagai daerah yang akan dikunjungi saya minta desa mempersiapkan segala sesuatunya," kata Aan, sapaan Burhanudin seusai memimpin rapat.

Aan meminta Desa Simpang Pesak dan Tanjung Batu Itam mempersiapkan profilnya berdasarkan inovasi apa yang dilakukannya. Namun tanpa adanya rekayasa, untuk disampaikan kepada Presiden.

"Intinya yang harus disampaikan bahwa dana APBN dari Pemerintah Pusat, yang diberikan kepada desa melalui Dana Desa termanfaatkan dengan baik dan dipergunakan untuk masyarakat," kata Aan.

Mantan Kepala Bappeda itu juga sempat memuji inovasi pelayanan yang dilakukan oleh Desa Simpang Pesak dan Tanjung Batu Itam. Namun ia menekankan jika seluruh desa di Kabupaten Beltim sudah melakukan inovasi dengan baik.

"Tiap desa itu punya inovasi, cuman beda-beda. Ada yang ke Kesehatan, Pariwisata, Pendidikan dan lain-lain, cuman cara mengekspose dan menjual inovasi desa itu yang harus cerdas agar bisa dilihat dunia luar," ujar Aan.

Jika kunjungan presiden terlaksana, Aan berharap kunjungan ke Kabupaten Beltim akan memberikan efek positif bagi pembangunan terutama bagi Kecamatan Simpang Pesak, bukan hanya sekedar seremoni.

"Yang jelas perbaikan jalan ke Desa Simpang Pesak itu dapat diambil alih pemerintah pusat. Kan kalau jadi ke sana Presiden bisa melihat kondisi jalan yang ada," harapnya. (@2!_HA)

Foto :  Wakil Bupati Beltim, Burhanuddin, saat memimpin rapat

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]