LIVE STREAMING

Post Page Advertisement [Top]

Manggar, Beltim, INRADIOFM.COM – Setiap hari setidaknya volume sampah yang dihasilkan oleh Penduduk Kabupaten Belitung Timur mencapai 49.907,2 kilogram. Sampah mayoritas berasal dari rumah tangga dan unit usaha, baik organik, maupun anorganik.        

Kepala Bidang Persampahan dan Peningkatan Kualitas Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung Timur, Wahyudin mengatakan, setidaknya setiap penduduk menghasilkan rata-rata 0,4 kilogram sampah setiap harinya.

"Pertahun sekitar 18.216,128 ton. Kalau dikonversi menjadi 55.200,387 meter kubik pertahun itu untuk tahun 2019," ujar Wahyudin, di ruang kerjanya, Senin (2/3/2020).    
Jumlah itu meningkat dibanding tahun 2018 lalu yang hanya mencapai 49.631 kilogram perhari atau 18.155,315 ton pertahun. Terjadi peningkatan volume sampah sebesar 0,5 persen.    

"Peningkatan jumlah sampah karena adanya penambahan populasi. Yang otomatis membuat penanganan sampah juga meningkat," ujar Mandor sapaan akrab Wahyudin.

Namun, Mandor menekankan, tidak semua sampah warga langsung dibawa ke TPA. Hanya 60 persen residu sampah yang diolah di TPA, mengingat sampah sebelumnya sudah dipilah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) atau pun di Bank Sampah.

"Yang kita kelola atau masuk ke TPA 33.199,7 meter kubik per tahun. Dari jumlah itu yang kemudian masuk ke landfill hanya sekitar 33.124,4 meter kubik," ungkapnya.

Dia mengaku cukup terbantu dengan adanya TPS dan Bank Sampah, dengan begitu penanganan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup dapat lebih ringan. Sayangnya baru tiga desa di Kabupaten Beltim yang dapat menangani sampah dengan baik.

"Yang jalan TPS itu hanya di Desa Padang sama Desa Mempaya. Sedangkan Bank Sampah hanya di Desa Lalang Jaya. Mudah-mudahan nanti Bank Sampah di tempat lain dapat berjalan," harapnya.  

Daya tampung landfill, atau tempat penampungan timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Trafo Mayang Kecamatan Damar hampir penuh. Dipastikan tahun 2021 mendatang, landfill seluas satu hektar tersebut, tidak akan sanggup lagi menampung sampah.
TPA Trafo Mayang memiliki luas 12,06 hektar. Satu hektar digunakan untuk bangunan landfill dengan kapasitas mencapai 600 ribu meter kubik sampah.

"Kalau beroparasinya TPA sejak tahun 2014, sebenarnya kapasitas tampungnya untuk lima tahun, namun karena dibantu TPS sama Bank Sampah bisa tambah dua tahun," ujarnya.          

Mandor menyatakan belum bisa menghitung total timbunan sampah yang berada di landfill TPA Trapo Mayang, namun ia menyebutkan jika lebih dari 90 persen timbunan sampah sudah memadati landfill.

"Hampir penuh, perkiraan kami hanya sampai akhir tahun 2021. Setelah itu tidak bisa lagi menampung sampah," katanya.

Untuk mengantisipasi darurat sampah, Dinas Lingkungan Hidup sedang berupaya untuk mengajukan pembuatan landfill yang baru lagi ke Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Sayangnya proses kepemilikan lahan TPA Mayang belum clean and clear.

"Syarat pengajuan panambahan landfill yang baru lahannya sudah harus clean and clear. Proses pengajuan sertifikatnya sedang di BPN, mereka bilang akan segera keluar," ungkapnya. (@2!_HA)

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]